Whitney Houston - One Moment in Time .mp3
Found at bee mp3 search engine

Senin, 03 Oktober 2011

[Tradisi]Peti Mati dan Makam orang Tionghoa

Peti Mati(Coffin)
Peti mati yang dipakai orang Tionghoa tradisi kelihatannya menyeramkan, sebab selain ukurannya besar, berat ditambah lagi banyak ukiran-ukiran kuno. Merupakan kebanggan tersendiri, apabila sanak keluarga mampu membeli sendiri peti mati, sebab ada kepercayaan mereka siapa yang yang membeli, dialah yang akan mendapat banyak rezeki.[12] Bagi mereka peti mati merupakan sarana untuk menghantar orang mati ke dalam kuburnya, oleh sebab itu semua barang-barang kesayangan almarhum supaya dimasukkan juga ke dalamnya. Pembelian peti mati yang mahal juga merupakan salah satu bukti Hao nya(berbakti)anak-anak, dan ada kebiasaan peti tersebut tidak boleh ditawar harganya.Jadi harga haruslah 100% di setujui,
Yg akan TS upload disini adalah bentuk2 peti mati tradisional,yg bentuknya bener2 bikin merinding

Spoiler for Chinese Coffins






Jangan anggap remeh tradisi tentang peti mati ini,kenapa demikian?
Bayangkan harga untuk jenis peti mati tradisional standar dewasa dengan bahan kayu jati kadang2 bisa mencapai harga dikisaran Rp 15 juta bahkan lebih(Peti Mati Ayah tercinta TS sendiri,kalo tidak salah ingat di nominal 20-an juta tahun 1990)sedangkan untuk model Eropa dijual dikisaran Rp 7 juta lengkap dengan perlengkapan rumah-rumahan, mobil-mobilan khusus bagi penganut tradisi Tionghoa ditambah prosesi pemakaman.Orang-orang Tionghoa yang generasi moderen memang lebih senang pakai model Eropa, tapi kalau di kampung-kampung masih senang pakai tradisional.
Untuk jenis peti mati tradisional Tionghoa dari kayu jati, ia memperkirakan daya tahannya bisa mencapai 20 tahun lebih terpendam dalam tanah sedangkan untuk jenis kayu biasa yang sering dipakai pada model-model Eropa hanya bertahan selama 10 tahunan.

Makam/Kuburan(Graveyard)
Yang pertama adalah Mu Qiu atau tempat dimana peti jenazah dikuburkan.
Mu Qiu artikan saja bukit kuburan sebagai bagian I agar tidak membingungkan.

Bagian ke II itu terdiri dari beberapa bagian :
Ada tembok yang mengelilingi Mu Qui, bagian depan disekeliling dibelakang batu nisan disebut Mu An Qian Kao artinya tembok yang mengelilingi peti jenazah dikuburkan dan dibagian belakang disebut Mu An Hou Kao.Tepat dibelakang batu nisan, disebut Mu Jian atau bahu,didepan batu nisan ada meja. Jika kita ke kuburan orang Tionghoa, kita bisa lihat di sisi kiri dan kanan depan batu nisan ada bangunan atau tembok yang mengelilingi ruang di depan batu nisan. Bangunan itu disebut Qu Shou artinya adalah lekukan tangan dan kadang disebut Mu Shou atau tangan kuburan.
Kemudian ada altar untuk Hou Tu(Ratu Bumi atau Bunda Bumi).Jika tidak ada altar Ratu Bumi biasanya digantikan dengan altar Tudigong(Kakek Bumi )atau Fushen(Dewa Rejeki ).
Paling depan dibagian ke dua adalah mucheng atau tembok yang membatasi
kuburan (wilayah Yin ) dengan tempat diluar.
Kuburan yang tidak ada Mu An, tetap memiliki Mu Shou. Ini melambangkan
yang meninggal itu tetap menjadi satu bagian dari keluarga yang
ditinggalkan.Mucheng dibuat karena berdasarkan keyakinan bahwa 2 dunia itu memiliki pembatas.
Fungsi Mu An semacam benteng dari erosi tanah yang disebabkan oleh
hujan dan bentuk kuburan yang bulat sebenarnya memiliki fungsi sebagai
pembuangan air.Untuk ukuran kuburan, biasanya menggunakan meteran fengshui. Meteran fengshui ini sebenarnya terbagi 2 bagian yaitu meteran Wengong dan meteran Dinglan.
Meteran yang digunakan untuk kuburan adalah meteran Dinglan.
Menurut kepercayaan Tiongkok purba, manusia yang meninggal adalah Yin
dan kembali ke Yin atau bumi. Dan bumi direpresentasikan sebagai Ratu
atau Bunda.

Feng Shui Kuburan
[I] Dalam kebudayaan Chinese, kuburan seseorang itu sangat penting, karena kuburan seseorang dapat mempengaruhi keadaan keluarganya yang masih hidup. Kuburan harus dibuat sebaik mungkin selain karena hal tersebut diatas juga adalah sebagai bukti besarnya penghormatan kepada orang tua, selain itu kuburan orang tua juga dianggap sebagai suatu tempat / sarana ikatan tali persaudaraan antara sanak-cucu keluarga sehingga setiap tahun diperingati pada hari Chin Ming / Ceng Beng ( ) dengan berkumpul dan sembahyang dikuburan leluhur. Dalam Feng Shui kuburan hal-hal yang diperhatikan antara lain: Naga - Liang - Gundukan - Air - Arah. Selain itu bentuk kuburan, batu nisan, waktu penguburan juga diperhitungkan. Baik buruknya Feng Shui kuburan itu biasanya akan langsung terlihat dalam tempo satu tahun berpengaruh pada keturunan laki-laki. Biasanya orang pantang untuk merubah-rubah kuburan, jika kuburan itu sudah dianggap baik atau minimal tidak buruk. Tetapi jika ada tanda-tanda atau pengaruh buruk terasa, maka secepatnya kuburan akan diperiksa lagi (tentunya oleh ahli Feng Shui) dan jika memungkinkan diperbaiki supaya pengaruh buruk tersebut hilang atau bahkan berubah jadi baik. Dijaman sekarang penerapan Feng Shui kuburan secara sempurna sudah relatif sulit karena perkembangan jaman yang ada serta lingkungan alamnya.


TS akan coba lampirkan bbrp pic makam orang Tionghoa [/I]
Spoiler for Graveyard






Area Pemakaman di Hongkong
Di Hongkong,karena lahan pemakaman adalah sesuatu yg sangat susah bahkan langka utk didapatkan.Mereka terpaksa membangun lahan pemakaman yg berjejer ke samping secara rapi,utk memudahkan para sanak famili utk mengenali makam keluarganya,bahkan di gunakan foto yg di tempel pada nisan makam tersebut
Spoiler for HK Cemetery




Thread ini tidak di maksudkan utk hal laen dan hanya semata2 mengingatkan bagaimana kita harus menghargai yang lebih tua dan sekaligus menghormatinya, hal yang baik seperti ini rasanya perlu ditularkan kepada orang-orang modern masa kini. Tidak jarang kita melihat orang-orang modern saat ini bersikap “tidak wajar” terhadap yang lebih tua, bukan karena mereka kurang pendidikan, tetapi mungkin karena begitu lunturnya tradisi. Sering saya menemukan orang-orang muda menitipkan orangtuanya di panti jompo tanpa memperdulikannya sama sekali, asalkan uangnya ditransfer ke sana sudah beres. Ingat saja, suatu hari kita akan mendapat giliran menjadi orang tua. Anak-anak kita tidak buta melihat perbuatan kita yang semena-mena, justru ia bakal meneladani kita. Pada waktu itulah, menyesal sepertinya sudah terlambat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar