Whitney Houston - One Moment in Time .mp3
Found at bee mp3 search engine

Minggu, 30 Oktober 2011

Arti 78 Kartu Tarot – Bagian 1

Arti dari tiap kartu tarot bisa bermacam-macam,
tergantung dari pertanyaan yang diajukan. Karenanya,
daftar arti dari tiap kartu sangatlah banyak apabila
ingin dituliskan. Tetapi hal itu sebenarnya tidak
perlu karena, dalam suatu interaksi aktual pembacaan
kartu tarot antara penanya dan pembaca tarot, arti
dari kartu yang muncul dalam pembacaan itu akan keluar
dengan sendirinya dari mulut si pembaca tarot.
Munculnya melalui intuisi si pembaca tarot, dan
berjalannya mengikuti prinsip sinkronisitas seperti
diuraikan oleh Carl Gustav Jung di dalam
tulisan-tulisannya.
Dengan alasan itulah, maka saya memilih untuk
menuliskan pengertian dari tiap kartu sehingga mereka
yang berminat untuk mempelajari dan mempraktekkan
kartu tarot akan bisa menangkap esensi dari arti tiap
kartu. Berdasarkan pengertian akan esensi dari arti
tiap kartu, pertanyaan yang diajukan akan bisa
dijawab, dan kita tidak perlu tergantung lagi pada
daftar arti.
Arti spesifik suatu kartu juga akan tergantung di
posisi apa kartu itu muncul di dalam tebaran. Dalam
Tebaran Tiga Kartu, hanya ada tiga posisi yang
mungkin, yaitu Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan.
Jadi, interpretasi tentang arti spesifik kartu juga
harus memperhitungkan posisi kartu di dalam tebaran,
selain pengertian dari kartu itu sendiri. Ada pula
nuansa-nuansa yang berasal dari peringkat derajad
elemen (elemental dignity) yang harus diperhitungkan
ketika kartu-kartu telah mengambil posisinya
masing-masing. Tetapi, lebih dari semua hal ini, yang
paling penting adalah pertanyaannya. Konteks
pertanyaan yang diajukan oleh penanya adalah hal utama
yang akan menentukan interpretasi yang akan diberikan
oleh seorang pembaca tarot. Tebaran dengan kartu-kartu
yang sama akan memberikan jawaban berbeda dalam
konteks pertanyaan yang berbeda. Prinsip ini berlaku
umum, baik bagi arkana mayor maupun arkana minor.
Berikut ini akan saya uraikan secara singkat mengenai
pengertian arti dari tiap kartu. Pengertian yang saya
berikan berada di dalam ruang vakum karena tidak
dikaitkan dengan pertanyaan apapun. Berarti, dalam
penggunaan aktual kartu tarot ketika seorang penanya
berhadapan langsung dengan seorang pembaca tarot, si
pembaca harus mampu menempatkan pengertian umum ini di
dalam konteks spesifik pertanyaan yang diajukan,
selain di dalam konteks interaksinya dengan
kartu-kartu lain yang muncul di dalam tebaran.
Pembacaan tarot aktual selalu mengenai interpretasi
yang spesifik. Di bagian ini, kita hanya membahas
mengenai pengertian mengenai arti kartu secara umum.
Arkana Mayor
Kartu tarot arkana mayor berjumlah 22 helai dan
menyimbolkan hal-hal yang bersifat spiritual atau
rohaniah. Sesuatu hal bersifat sebagai spirit atau roh
apabila bergeraknya di alam roh, dan bukan di alam
fisik. Ada kaitan antara alam roh dan fisik berupa
energi-energi. Tetapi energi-energi itu harus
diaktifkan agar kaitan antara roh dan alam fisik bisa
berjalan dengan baik. Pengaktifan energi dilakukan
melalui konsentrasi, dan konsentrasi bisa berupa
aktifitas mental, emosional, maupun fisikal. Jadi,
bisa dilakukan di alam pikiran saja, di alam perasaan
saja, di alam fisik saja, atau gabungan dari ketiga
jenis aktifitas itu sekaligus. Menurut pengalaman
saya, pengaktifan sumber-sumber energi spiritual atau
rohaniah yang disimbolkan oleh kartu tarot arkana
mayor selalu melibatkan mental, fisik, dan emosi. Ada
sesuatu yang berada di alam roh dan menunggu untuk
diaktualisasikan di alam fisik, sehingga harus
dilakukan sesuatu agar aktualisasi itu menjadi nyata.
Dengan kata lain, kartu-kartu arkana mayor menunjukkan
potensi-potensi yang akan terwujud di alam fisik
apabila dilakukan hal-hal tertentu.
Jadi, pengertian pertama mengenai arkana mayor secara
umum adalah adanya potensi perwujudan atau
materialisasi dari suatu sumber energi spiritual yang
spesifik. Bisa juga disebut sebagai Archetype (Tipe
Utama) apabila mengikuti istilah yang dipopulerkan
oleh psikolog Carl Gustav Jung. Potensi itu akan
terwujud apabila manusianya mau menerima dan
menjalankan kegiatan tertentu seperti disarankan oleh
esensi dari kartu arkana mayor yang tercabut di dalam
pembacaan. Pengertian kedua mengenai arkana mayor
secara umum adalah tentang adanya saran dari alam
bawah sadar si penanya sendiri yang disuarakan oleh
kartu arkana mayor yang tercabut. Tentu saja kita bisa
menggunakan istilah “the higher self” atau alam bawah
sadar (“subconscious mind”) untuk merujuk kepada
sesuatu yang diasumsikan memberikan saran kepada si
penanya; saya sendiri lebih suka menggunakan istilah
alam bawah sadar. Dan saran oleh alam bawah sadar si
penanya itu diberikan agar sumber energi spiritual
tertentu yang disimbolkan oleh kartu tarot arkana
mayor yang tercabut bisa termaterialisasi di kehidupan
si penanya.
o. The Fool
The Fool adalah simbol diri kita sendiri ketika harus
mengambil keputusan tanpa tahu konsekwensi apa yang
menanti di masa depan. Biasanya cuma ada dua pilihan
besar: ya atau tidak, dijalankan atau tidak. Kedua
pilihan besar itu sama menariknya dan sama kuatnya,
argumen pro dan kontra juga seimbang. Maka, apabila
kartu ini muncul, berarti bawah sadar penanya sedang
menunggu keputusan apa yang akan diambil oleh si
penanya. Pegangannya demikian: apabila motivasi
penanya berada di dimensi rohani yang relatif bersih,
maka keputusan apapun yang diambil akan membawa
kebaikan. Apabila motivasi diwarnai oleh ambisi-ambisi
keduaniawian, maka penanya bisa terperosok ke dalam
jebakan yang diciptakannya sendiri. Ini adalah pilihan
terbuka bagi penanya untuk diputuskannya sendiri.
I. The Magician
The Magician adalah simbol dari kemauan, niat, atau
tekad yang berada di diri manusia. Kemauan adalah
suatu kekuatan energi untuk melaksanakan suatu
keputusan atau rencana. Sebelum suatu hal tampak di
permukaan secara fisik atau termaterialisasi, kemauan
atau niat sudah ada di diri manusia yang akan
mewujudkannya. Karena segala sesuatu adalah
sinkronisitas, maka tidak ada yang kebetulan. Apabila
sesuatu ternyata muncul di kehidupan seseorang,
berarti ada yang menginginkannya. Apabila kartu the
Magician muncul, berarti kemauan atau niat dari si
penanya sudah terkumpul; sudah ada niat, tekad, atau
kemauan untuk memutuskan atau melaksanakan sesuatu.
Masalahnya, hal itu belum dinyatakan atau
dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang terkait. Dan
alam bawah sadar si penanya memberikan saran agar hal
itu dikomunikasikan. Melalui komunikasi, sumber energi
dari the Magician akan bisa tersalurkan.
II. The High Priestess
The High Priestess adalah sumber kearifan yang berada
di dalam diri si penanya sendiri, walaupun belum
dipergunakan sebagaimana mestinya. Kearifan itu bisa
berarti ilmu pengetahuan, pengalaman, atau disiplin
yang berasal dari ketekunan kerja. Bisa juga berarti
teknik tertentu untuk mengatasi kobaran konflik antar
pribadi. Disini kuncinya adalah diri si penanya
sendiri juga. Maukah penanya menerapkan apa yang sudah
ada di dalam dirinya itu dalam situasi nyata yang kini
dihadapinya? Walaupun bawah sadarnya menyarankan agar
kearifan itu diterapkan saja, penanya mungkin masih
ragu-ragu. Keraguan adalah hal biasa, dan yang bisa
dilakukan oleh pembaca tarot adalah mempersilahkan
penanya untuk bertanya lebih spesifik tentang keraguan
yang menghambatnya sehingga apa yang disarankan oleh
bawah sadar si penanya itu bisa dilaksanakan.

III. The Empress

The Empress adalah potensi untuk menghasilkan hal-hal
nyata yang berlimpah-limpah. Hal ini bisa berupa
prestasi kerja, keuntungan usaha, penghargaan
masyarakat, dsb. Tetapi, sekali lagi, ini barulah
potensi untuk produktif, dan mungkin sama sekali belum
muncul walaupun segala sesuatu yang perlu telah
tertata di tempatnya masing-masing. The Empress adalah
simbol dari Dewi Keberuntungan atau Dewi Fortuna.
Sebagai suatu sumber energi, keberuntungan tidak perlu
melakukan hal lain selain menjadi dirinya sendiri.
Itulah saran dari alam bawah sadar penanya apabila
kartu ini muncul: jadilah diri sendiri dan
menghasilkan hal-hal nyata yang bisa membawa manfaat
bagi diri sendiri dan orang-orang lain. Dengan kata
lain: teruskanlah apa yang telah dicanangkan untuk
dijalankan itu karena akan membawa hasil berlimpah.

IV. The Emperor

The Emperor adalah simbol dari kekuatan berpikir
rasional dan logis sekaligus mempraktekkannya dengan
konsekwen tanpa pilih kasih. Kemampuan rasional bisa
aktual, bisa juga potensial, dan sama sekali tidak
tergantung pada gender seseorang. Seorang wanita bisa
saja lebih rasional daripada pria. Usia juga tidak
berpengaruh: banyak orang lebih muda justru lebih
rasional daripada generasi di atasnya. Tetapi, banyak
kemampuan berpikir dan bertindak rasional cuma berada
di alam roh atau di dimensi potensial saja. Sebagai
suatu potensi, the Emperor juga merupakan suatu sumber
energi bagi manusia yang memilikinya apabila
diterapkan dan dipraktekkan di dunia nyata dalam
kehidupan sehari-hari. Itulah yang disarankan oleh
alam bawah sadar penanya apabila kartu itu muncul.

V. The Hierophant

The Hierophant adalah simbol dari kekuatan energi yang
berasal dari prinsip-prinsip ketuhanan universal: bisa
berupa ajaran agama konvensional, bisa juga berupa
spiritualitas non konvensional. Yang implisit di dalam
sumber energi ini adalah jaring-jaring hubungan saling
mempengaruhi antara berbagai individu yang menganut
ajaran yang sama. Karena penanya memiliki hubungan
antar pribadi dengan mereka yang memiliki posisi
menentukan dalam ajaran kerohanian yang dianutnya,
maka tentu saja hal itu perlu dikultivasikan agar bisa
diperoleh manfaat maksimum. Dan memang itulah saran
dari alam bawah sadar penanya. Jadi, penanya perlu
melakukan pendaya-gunaan dari hubungan-hubungan yang
telah ada itu. Bisa dengan menerapkan prinsip-prinsip
ketuhanan universal itu di dalam kehidupannya sendiri,
bisa juga dengan kultivasi hubungan antar pribadi
dengan mereka yang ada di jaring-jaring yang sama.
VI. The Lovers
The Lovers adalah simbol dari sumber energi berupa
saling pengertian antara diri penanya dengan
orang-orang atau hal-hal tertentu di kehidupannya.
Saling pengertian itu begitu mendalam sehingga tidak
diperlukan lagi komunikasi melalui cara-cara normal
sebagaimana layaknya dalam interaksi biasa. Tetapi
disinilah letaknya batu sandungan dari simbol the
Lovers. Karena pengertian itu telah mendarah-daging,
penanya sering merasa bahwa hubungan itu agak aneh:
terkadang tertarik untuk mendekat, dan terkadang
seakan-akan ada yang menghalangi. Alasannya adalah
karena adanya saling pengertian atau perasaan
keterikatan yang mendalam itu. Pesan dari alam bawah
sadar penanya apabila kartu ini muncul biasanya
berkaitan dengan jenis komunikasi yang perlu dibina
dengan orang atau hal yang terkait. Intinya, ada suatu
ikatan saling pengertian karena kesamaan atau
kecocokan pribadi. Dan jenis komunikasi yang sesuai
tidak perlu ditentukan oleh norma-norma umum,
melainkan cukup oleh mereka yang terkait langsung di
dalam hubungan itu.
VII. The Chariot
The Chariot adalah sumber kekuatan spiritual berupa
keberhasilan secara emosional yang walaupun bisa
dirasakan, belum tentu bisa dilihat bukti-bukti
nyatanya di alam materi. Yang penting disini adalah
kenyamanan emosional, dan bukan penumpukan hasil yang
bisa dilihat oleh mata fisik. Kenyamanan emosional itu
selalu berkaitan dengan lancarnya hubungan dengan
lingkungan dimana si penanya berada. Jadi, walaupun
lingkungan kerja sedang mengalami kesulitan, belum
tentu kehidupan emosional terjangkiti juga. Bahkan,
bisa saja pribadi-pribadi yang terlibat justru sedang
berada di tahap kesuksesan dalam menjalani hubungan
antar pribadi, walaupun itu tidak disadari benar. Dan
saran dari alam bawah sadar penanya adalah agar
kesuksesan itu diterima dan disyukuri. Setidaknya ada
hal yang masih bisa tetap menyambung di tengah
berbagai distorsi yang dialami oleh penanya.
VIII. Strength
Strength adalah simbol dari kemampuan untuk
melaksanakan hal-hal yang diinginkan secara fisik.
Simbol energi ini bisa muncul manakala penanya merasa
bahwa dirinya tidak mampu untuk berdaya-upaya
melaksanakan tugas dan kewajibannya; manakala
dirasakannya bahwa tantangan yang harus dihadapinya
terlalu berat baginya. Memang terlalu berat, apabila
sumber energi berupa kekuatan fisik itu tetap
dibiarkan laten saja di alam potensial dan tidak
didaya-gunakan. Alam bawah sadar disini mengingatkan
penanya bahwa pada dasarnya kekuatan untuk
melaksanakan tugas dan kewajiban itu telah ada di
dirinya. Tidak perlu ada usaha lagi untuk memikirkan
cara menjalankan, atau bahkan cara melakukan
pendekatan pribadi dengan orang tertentu. Cukup
dilaksanakan saja, karena yang lain-lain itu
sebenarnya telah ada. Yang kurang adalah penggunaan
kemampuan diri yang potensial itu, sehingga solusinya
memang sederhana: gunakanlah kekuatan itu.
(bersambung ke Bagian 2)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar