Whitney Houston - One Moment in Time .mp3
Found at bee mp3 search engine

Rabu, 08 Agustus 2012

Kisah Sepasang Puisi Double Happiness


Jaman dulu dinegri China ada seorang pelajar yang melakukan perjalanan jauh menuju ibukota untuk mengikuti ujian negara. Lulusan dengan nilai terbaik akan diangkat menjadi menteri negara dinasti Tang tersebut.

Mungkin karena kelelahan berjalan kaki jauh sekali, pemuda itu jatuh sakit di tengah jalan.Ia ditemukan oleh seorang tabib dan anak perempuannya. Mereka merawat pemuda tersebut sampai sembuh.

Untuk mengejar waktu karena ujian hampir tiba, pemuda tersebut mohon diri pada sang tabib dan anak perempuannya. Perpisahan kedua sejoli itu membuat mereka amat terharu dan sulit berbicara.

Ternyata mereka saling mencintai. Si gadis hanya bisa menulis puisi, dan berharap si cowok melengkapinya. Begini puisi karya sang gadis :

“Pepohonan hijau dibawah langit pada hujan musim semi ketika langit menutupi pepohonan dengan gerhana”

Setelah membaca puisi tersebut, sang pelajar hanya berkata, “Baiklah, saya akan melengkapi puisi ini, tapi tunggulah sampai saya selesai ujian”. Sang gadis setuju saja.

Sipemuda mengikuti ujian negara, dan lulus di urutan pertama. Ia diijinkan bertemu dengan kaisar dan kedua orang itu berbincang-bincang panjang lebar. Karena kaisar juga suka puisi maka diadakanlah acara menulis puisi bersama. Kaisar menulis: “Bunga-bunga merah mewarnai taman saat angin memburu ketika taman dihiasai warna merah setelah sebuah ciuman”.

Pemuda itu berpikir dan akhirnya teringat puisi yang dulu ditulis kekasihnya digunung menjelang berpisah. Ia lalu menuliskan kembali puisi karya gadisnya itu sebagai pasangan puisi kaisar. Kaisar suka pada puisi itu dan menganggapnya sebagai puisi yang harmonis dan serasi untuk dipasangkan dengan puisinya.

Maka pemuda itu diangkat sebagai menteri negara. Sebelum acara penobatan, pemuda itu diijinkan pulang kampung untuk bertemu sanak keluarganya.

Tentu saja yang pertama dilakukan pemuda itu adalah menjumpai kekasihnya. Kemudian mereka menikah. Pada pesta perkawinan mereka dipasanglah sepasang huruf bahagia di dinding yang ditulis diatas kertas merah. Sepasang huruf bahagia itu adalah lambang sepasang kebahagiaan yang diperoleh pemuda tersebut, yaitu : mendapat isteri dan mendapat kedudukan yang tinggi.

Demikianlah, memasang tulisan Kebahagiaan Ganda, sejak saat itu menjadi sebuah tradisi yang dilakukan pada setiap pernikahan orang tionghoa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar