Whitney Houston - One Moment in Time .mp3
Found at bee mp3 search engine

Kamis, 20 Desember 2012

Seleb Berwajah Cantik, Berkaki Mengerikan!

Dunia Hollywood memang dipenuhi oleh artis-artis cantik yang selalu berpenampilan glamor! Namun jangan sampai tertipu oleh penampilan mereka! Kenapa?

Ironisnya, beberapa artis Hollywood ini ternyata tak sesempurna kelihatannya. Sangat mencengangkan, karena kaki mereka ternyata jauh dari sebutan indah.

Siapa saja artis cantik Hollywood yang ternyata punya kaki 'mengerikan' tersebut? Penasaran? Simak ulasan berikut, dan bersiaplah untuk tercengang!

1. Katie Holmes


Katie Holmes sempat membuat banyak wanita iri gara-gara dia sempat mendampingi Tom Cruise. Namun tak usah minder dulu, karena Katie juga manusia biasa yang punya kekurangan.

Perhatikan bahwa jemari bintang BATMAN BEGINS ini terlihat menekuk di sana sini. Bahkan, ibu satu anak ini sempat muncul di red carpet dengan kaki lecet-lecet. Namun demikian, dia tetap sosok ibu yang hebat, kan!

2. Serena Williams


Selama bertanding di lapangan tenis, Serena Williams memang selalu memakai sepatu. Namun entah bagaimana atlet seksi ini sempat muncul di red carpet dengan kaki lecet-lecet. Parahnya, beberapa jari kaki Serena ternyata memiliki bentuk yang kurang sempurna. Namun demikian, kita tetap harus mengakui ketangguhan wanita ini.

3. Sarah Jessica Parker


Aktris yang satu ini memang sering muncul di depan umum dengan penampilan seksi. Namun jika kita perhatikan, bagian kakinya ternyata seglamor penampilannya.

Wanita yang dikenal lewat perannya dalam SEX AND THE CITY ini ternyata memiliki kaki yang kurus dengan otot-otot yang menonjol. Saat melihat kakinya, mungkin kita akan mengira itu kaki nenek-nenek.

4. Oprah Winfrey


Jika kita lihat kaki ini, mungkin kita takkan menyangka bahwa kaki dengan jari-jari bengkok itu adalah milik Oprah Winfrey. Pasalnya, host OPRAH WINFREY SHOW ini memang selalu tampil dengan penampilan glamor. Walau mengejutkan, berusahalah untuk percaya.

5. Paris Hilton



Berusahalah percaya bahwa Paris Hilton memiliki kaki yang kurang indah. Walau kukunya tampak cantik dengan kuteks, namun dia tak mungkin bisa menyembunyikan jari kaki yang panjangnya tidak rapi tersebut.

Tak hanya tidak rapi, jari kaki Paris pun terlihat bengkok dan benjol di beberapa tempat gara-gara tulang yang menonjol. Sepertinya dia salah pakai sepatu semasa kecil.
6. Victoria Beckham


Victoria Beckham adalah seorang fashionista yang sangat kondang. Sebagai desainer, dia tak pernah lepas dari berbagai busana, sepatu dan aksesoris yang fashionable.

Sayangnya, istri David Beckham itu ternyata tak sesempurna kelihatannya. Perhatikan bahwa ada tulang yang menonjol di kaki mantan personil Spice Girls tersebut. Yah, setiap manusia punya kekurangan dan kelebihan.
7. Kirsten Dunst



Wanita cantik jadi sangat terkenal setelah membintangi sekuel SPIDERMAN. Pemeran Mary Jane Watson ini memang dikenal karena kecantikan dan pesonanya yang luar biasa.

Namun anggapan itu mungkin akan luntur jika Anda melihat foto ini. Bukan hanya uratnya yang menonjol, bercak-bercak merah itu juga akan membuat Anda tak percaya bahwa itu kaki Kirsten Dunst.
8. Christina Hendricks


Percayakah Anda bahwa pemilik kaki berjari bengkok adalah si seksi Christina Hendricks? Mungkin sulit! Namun berusahalah percaya bahwa yang Anda lihat kenyataan. ;)
9. Angelina Jolie


Dia adalah bintang kelas A yang banyak dijadikan banyak wanita. Gaya yang ditampilkanAngelina Jolie kerap menjadi tren yang langsung dianut banyak wanita.

Namun di balik itu, Angelina tetap seorang manusia yang punya kekurangan. Setelah melihat telapak kakinya yang lebar ini, apakah Anda masih bisa menyebutnya sempurna? Terserah Anda.
10. Naomi Campbell

Penyanyi, supermodel, penulis, aktris. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh Naomi Campbell. Tak heran jika wanita kelahiran 22 Mei ini sering dihubungkan dengan sensualitas. Namun Anda bisa saja berubah pikiran setelah melihat kakinya yang terlihat bengkok akibat tulang yang menonjol itu.



Sabtu, 10 November 2012

semesta adalah gema dari tindakan dan pikiran kita

Ada sebuah kisah nyata yang bisa direnungkan (bagi kaum yang mau berpikir):

"Agama apa yg terbaik?" tanya Boff.


Dalai Lama menjawab sambil tersenyum, menatap Boff secara langsung, yang mengejutkan Boff karena pertanyaan itu seperti terselip maksud jahat. Boff mengira bahwa jawabannya adalah Buddha atau agama oriental yang lebih tua dari Kristiani.

"Agama yang paling baik adalah agama yang membawamu dalam jarak terdekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik."

Untuk menutupi perasaan malu karena jawaban yang sangat bijaksana, Boff bertanya, "Apa yang membuat saya menjadi lebih baik?"

"Apa pun yang membuatmu lebih berwelas asih, lebih masuk akal, lebih terlepas, lebih mencintai, lebih memiliki rasa kemanusiaan, lebih bertanggung jawab, lebih etis. Agama yang melakukan semua itu terhadapmu adalah agama terbaik."

Leonardo Boff seketika terdiam dan mengagumi jawaban itu. Sekarang ia lalu memikirkan jawaban yang bijaksana dan tak terbantahkan.

Dalai Lama melanjutkan, "Temanku, saya tidak tertarik tentang agamamu atau apakah kamu beragama atau tidak. Apa yang penting untukku adalah tingkah lakumu di hadapan rekan, keluarga, pekerjaan, komunitas Anda, dan di hadapan dunia. Ingatlah, semesta adalah gema dari tindakan dan pikiran kita.

"Hukum aksi dan reaksi tidaklah semata-mata untuk ilmu alam. Akan tetapi juga hubungan antarmanusia. Jika saya berbuat kebaikan, saya akan menerima kebaikan. Jika saya berbuat kejahatan maka saya akan mendapatkan kejahatan.

"Apa yang kakek nenek ajarkan pada kita adalah murni kebenaran. Kamu akan selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan untuk orang lain. Menjadi bahagia bukanlah takdir. Akan tetapi adalah masalah pilihan.

"Berhati hatilah akan pikiranmu karena mereka akan menjadi perkataan. Berhati-hatilah pada perkataanmu karena mereka akan menjadi tindakan. Berhati-hatilah pada tindakanmu karena mereka akan menjadi kebiasaan. Berhati-hatilah pada kebiasaanmu karena mereka akan membentuk karaktermu. Berhati-hatilah pada karaktermu karena akan membentuk nasibmu, dan nasibmu adalah hidupmu."

Dalai Lama kemudian mengakhiri perbincangan itu dengan berkata, "Tak ada agama yang lebih tinggi dari Kebenaran."

Rabu, 24 Oktober 2012

Tuhan hanyalah Mitos?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal bertanya ke
pada mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini,

"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa relijius dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?"
Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu telah membuktikan kalau Tuhan itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa relijius lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu dengan percaya diri menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."

Mahasiswa itu sekali lagi dengan angkuh menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan tenang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa relijius sok pintar itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan diHATI dan OTAK manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Sang profesor mendengar argumen nan polos dari mahasiswa relijius itu.
Profesor itu dengan tenang melanjutkan bertanya kepada Mahasiswa relijius tersebut.

“Seisi kelas ini memang belum pernah melihat atau menyentuh otak saya, karena masih terbungkus dalam tengkorak dan kulit kepala saya. Tapi bila mereka membedah kepala saya, maka saya jamin 100% bahwa mereka akan melihatnya, sebagaimana yang terjadi secara empiris pada manusia-manusia yang dibedah tengkorak/otaknya.”

Mahasiswa religius membalas, “saya juga berani jamin bila bapak mati, bapak akan menemui Tuhan!”

“Oh!” Jawab sang profesor “Pernahkah Anda ke alam kematian? Atau setidaknya pernahkan kau menemui orang yang kembali dari alam kematian kemudian kembali ke alam dunia untuk menceritakan kisahnya??“

“Jelas Tidak tapi…” Ucapan mahasiswa itu terpotong dan bingung.

“Saya juga bisa kasih klaim kalau Anda meninggal, Anda bakal ketemu robot dari dimensi lain. Semua itu cuma ilusi Anda jika tidak bisa dibutikan secara nyata. Kenyataannya yang berlaku di dunia ini adalah seperangkat Hukum Alam tanpa perlu ada sosok yang mengaturnya.” Jawab Profesor itu dengan Tenang.

Mulut sang mahasiswa relijius sok pintar itu terdiam.

Dan Profesor Tersebut adalah Albert Einstein.