Whitney Houston - One Moment in Time .mp3
Found at bee mp3 search engine

Sabtu, 10 November 2012

semesta adalah gema dari tindakan dan pikiran kita

Ada sebuah kisah nyata yang bisa direnungkan (bagi kaum yang mau berpikir):

"Agama apa yg terbaik?" tanya Boff.


Dalai Lama menjawab sambil tersenyum, menatap Boff secara langsung, yang mengejutkan Boff karena pertanyaan itu seperti terselip maksud jahat. Boff mengira bahwa jawabannya adalah Buddha atau agama oriental yang lebih tua dari Kristiani.

"Agama yang paling baik adalah agama yang membawamu dalam jarak terdekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik."

Untuk menutupi perasaan malu karena jawaban yang sangat bijaksana, Boff bertanya, "Apa yang membuat saya menjadi lebih baik?"

"Apa pun yang membuatmu lebih berwelas asih, lebih masuk akal, lebih terlepas, lebih mencintai, lebih memiliki rasa kemanusiaan, lebih bertanggung jawab, lebih etis. Agama yang melakukan semua itu terhadapmu adalah agama terbaik."

Leonardo Boff seketika terdiam dan mengagumi jawaban itu. Sekarang ia lalu memikirkan jawaban yang bijaksana dan tak terbantahkan.

Dalai Lama melanjutkan, "Temanku, saya tidak tertarik tentang agamamu atau apakah kamu beragama atau tidak. Apa yang penting untukku adalah tingkah lakumu di hadapan rekan, keluarga, pekerjaan, komunitas Anda, dan di hadapan dunia. Ingatlah, semesta adalah gema dari tindakan dan pikiran kita.

"Hukum aksi dan reaksi tidaklah semata-mata untuk ilmu alam. Akan tetapi juga hubungan antarmanusia. Jika saya berbuat kebaikan, saya akan menerima kebaikan. Jika saya berbuat kejahatan maka saya akan mendapatkan kejahatan.

"Apa yang kakek nenek ajarkan pada kita adalah murni kebenaran. Kamu akan selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan untuk orang lain. Menjadi bahagia bukanlah takdir. Akan tetapi adalah masalah pilihan.

"Berhati hatilah akan pikiranmu karena mereka akan menjadi perkataan. Berhati-hatilah pada perkataanmu karena mereka akan menjadi tindakan. Berhati-hatilah pada tindakanmu karena mereka akan menjadi kebiasaan. Berhati-hatilah pada kebiasaanmu karena mereka akan membentuk karaktermu. Berhati-hatilah pada karaktermu karena akan membentuk nasibmu, dan nasibmu adalah hidupmu."

Dalai Lama kemudian mengakhiri perbincangan itu dengan berkata, "Tak ada agama yang lebih tinggi dari Kebenaran."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar