Whitney Houston - One Moment in Time .mp3
Found at bee mp3 search engine

Senin, 21 Januari 2013

5 Cara Unik Meramal Kesehatan


 Meramal atau nujum adalah prediksi mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Meramal biasanya selalu dikaitkan dengan paranormal atau praktek perdukunan.
Sepanjang sejarah, manusia selalu ingin tahu dengan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Keingintahuan tersebut dicari melalui individu atau kelompok yang dianggap memiliki kemampuan meramal. Sebagai contoh kaum oracle pada masa Yunani Kuno.  Di zaman maju seperti sekarang ini, ternyata masih banyak orang yang percaya dengan ramalan paranormal. Mereka bahkan sengaja datang ke paranormal sekedar untuk menanyakan masalah pribadi, mulai dari pekerjaan, karir, hingga perjodohan.
Masih tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia ramalan, membuat pamor paranormal menanjak. Tak hanya itu, dunia ramalan pun seakan menjadi ladang baru dalam mendapatkan keuntungan materi. Sejumlah operator seluler sempat ada yang membuka layanan ramalan, melalui tarif pulsa premium tentunya.
Sebenarnya, tidak ada manusia yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang. Hanya saja, jika sekedar iseng ingin tahu dengan dunia ramalan, kami  akan menayangkan cara unik meramal kesehatan:
1.   Garis Tangan
Garis tangan ternyata tidak hanya menjadi media meramal masa depan. Melalui garis tangan, seseorang juga bisa mengetahui masalah kesehatannya. Meramal melalui media garis tangan bisa dilakukan sendiri dengan melihat petunjuk.
Garis di telapak tangan yang mejadi media meramal kesehatan adalah garis hepatica. Garis ini melengkung dari tengah pergelangan tangan mengarah ke jari kelingking.
Jika di telapak tangan tidak ada garis tersebut, maka orang tersebut memiliki fisik yang kuat dan sehat. Jika garis hepatica ini terukir maka daya tahan tubuhnya rendah. Kemudian jika garis hepaticanya bergelombang, maka orang tersebut biasanya memiliki masalah pencernaan.
Jika garis hepaticanya terlihat kabur, maka seseorang memiliki stamina yang kurang prima. Selain itu, jika garis hepaticanya menyentuh garis kehidupan atau garis mars yang melengkung dari pergelangan tangan bagian dalam mengarah ke ibu jari, maka orang tersebut memerlukan perawatan ekstra pada saat itu.






2.   Panjang Jari
Para peneliti insitut penelitian kanker di Inggris, telah membandingkan lebih dari 1.500 pria penderita kanker prostat dengan lebih dari 3.000 pria lain secara acak. Hasilnya, pria yang memiliki telunjuk lebih panjang dari jari manis. 33 persen berpeluang lebih rendah mengembangkan kanker prostat.
Selain itu, pria yang berusia muda dengan jari telunjuk lebih panjang dari jari manis, memiliki peluang mengalami kanker prostat lebih kecil, dengan penurunan resiko 87 persen.  Jadi,  dengan melihat bentuk jari,  diagnosa penyakit sudah bisa diramalkan.






3.   Urutan Lahir
Meski tidak ada bukti nyata, namun beberapa studi dan penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki pertama yang dilahirkan, memiliki hormon estrogen lebih tinggi saat kelahiran sehingga meningkatkan resiko kanker testis di masa depan.
Anak yang lebih tua juga memiliki resiko lebih besar mengalami leukimia. Seorang ahli genetika molekuler dan juru bicara institut penelitian kanker atau ICR di London, Elizabeth Raplet mengatakan, banyak saran untuk menghindarkan anak yang lebih tua dari paparan virus dan bakteri di sekitar.






4.   Kekuatan Genggaman Tangan
Genggaman tangan ternyata bisa menjadi media ramalan. Studi 25 tahun terhadap lebih dari 6.000 pria berusia 45 hingga 68 tahun menemukan, kekuatan cengkraman adalah prediktor terbaik kesehatan seseorang dikemudian hari.
Mereka yang daya cengkramnya lebih lemah, dua kali lebih bersiko mengalami gangguan kesehatan dari mereka yang memiliki genggaman kuat. Dalam sebuah studi terpisah yang dilakukan pada pria dan wanita usia lanjut ditemukan, kekuatan mencengkram berkaitan dengan usia.






5. Rambut Rontok
Para peniliti dari Harvard Medical School melakukan penelitian tentang rambut rontok, khususnya kebotakan di puncak kepala. Kebotakan di puncak kepala, konon berkaitan erat dengan peningkatan resiko penyakit jantung. Pria yang botak di puncak kepala, 36 persen lebih memungkinkan memiliki gejala penyakit jantung daripada pria yang berambut lebat.
Menurut profesor kedokteran di Harvard Medical School, Joann Manson, para peneliti menemukan pria dengan kebotakan luas di bagian atas, memiliki resiko besar tersarang penyakit jantung.  Waduh,  repot juga ya.  Sudah malu tak punya rambut,  eh beresiko jantungan pula.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar