Whitney Houston - One Moment in Time .mp3
Found at bee mp3 search engine

Sabtu, 01 Oktober 2011

Mengenal Oei Tiong Ham (5), Namanya Abadi Sebagai Nama Jalan di Singapura

foto: Kapal pembawa jenazah Oei Tiong Ham
Pada tanggal 2 Gouw-Gwee 2475 atau 3 Juni 1924, Oei Tiong Ham wafat karena serangan jantung di Singapura dalam usia 58 tahun. Saat mangkat, dia meninggalkan harta yang jumlahnya sekitar 200 juta Gulden Belanda sehingga dijuluki Man of 200 Million Gulden. Kepergiannya juga meninggalkan 8 istri, 18 selir dan 42 anak.
Jenasahnya dibawa ke Jawa dengan kapal “Gian Sing” dan tiba di Pelabuhan Semarang (Tanjung Emas) pada 6 Juli pukul 7 pagi. Dari kapal, jenasah diturunkan ke atas perahu yang berbentuk naga kemudian dibawa ke darat. Kemudian jenasah dinaikkan ke atas mobil yang dihias dengan sutra. pada masa itu mengangkut jenasah dengan mobil tidak lazim dan baru pertama kalinya dilakukan. Biasanya jenasah dinaikkan kereta kuda.
Diantara yang mengantar tampak para pembesar Tiongkok yakni Consul Generaal Tiongkok di Batavia Mr Auw Yang Kee. Bahkan Presiden Tiongkok Tsao Kun ikut mengirim ucapan belasungkawa ke rumah duka.
Upacara penguburan Tiong Ham sangat berbeda dengan yang biasa dilakukan para pembesar Tionghoa. Jika biasanya upacara ramai diwarnai musik, gamelan dan pat-im, penghormatan terahir untuk raja Gula Asia tenggara ini dilakukan dalam suasana yang sangat sunyi, tanpa bunyi satupun perangkat musik. Ini adalah keinginan dari almarhum selain mengharuskan semua anggota keluarga dan karyawannya berpakaian serba putih.
Oei Tiong Ham dimakamkan di Simongan bersama seluruh anggota keluarganya. Namun setelah Indonesia merdeka, pada 1975 kompleks pemakaman itu diangkat dan dipindahkan ke Singapura. Sekarang, jangan heran jika anda jalan-jalan ke negeri Singa, mendapati sebuah jalan bernama Oei Tiong Ham di sana. (*)

Mengenal Oei Tiong Ham (4), Punya Bakat Sugih Sejak Lahir

oei+tiong+ham
Oei Tiong Ham dikenal mempunyai bakat sugih sejak lahir. Selain berasal dari keluarga kaya, ia juga memiliki kecerdasan bawaan, pandai memanfaatkan kesempatan, mempunyai visi yang tajam, wawasan luas dan sangat disiplin serta bertanggung jawab.
Sifat-sifat menonjolnya itu sudah kelihatan sejak kecil. Ketika masih bayi, ayahnya memperlihatkan Peh Dji (perhitungan hari lahir) Tiong Ham kepada seorang peramal. Hasilnya si peramal mengatakan bahwa Tiong Ham memiliki Peh Dji sangat bagus. Ia diramal akan menjadi seseorang yang sangat tajam otaknya, mempunyai kedudukan mulia dan akan menjadi hartawan besar.
Bakatnya sebagai organisator dan pelobi ulung juga tergambar melalui sebuah cerita di masa kecilnya. Arkian, Tiong Ham memiliki banyak teman dan dia termasuk yang dituakan dalam kelompoknya. Suatu ketika ia mengajak para sahabatnya menonton pertunjukan Wayang Potehi di Klenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, kompleks Pecinan.
Karena terburu-buru salah satu sahabatnya menyenggol beberapa dasaran pedagang hingga jatuh berantakan. Walhasil, beberapa pedagang itu menuntut sahabatnya untuk mengganti rugi. Semua teman-temannya ketakutan. Tapi tidak dengan Tiong Ham. Ia maju sendirian dan berkata kepada pedagang bahwa dirinya yang akan mengganti rugi. Ia lalu mengajak para pedagang menghadap ayahnya di rumahnya.
Tentu saja ayahnya kaget. “Kenapa kita jang moesti ganti, boekankah itoe anak jang bikin salah?” kata Oei Tjie Sien.
Namun dengan tenang oei Tiong Ham menjawab bahwa ia merasa bertanggungjawab karena dirinyalah yang mengajak sahabatnya menonton wayang. “Kerna owee jang adjak menonton wajang, maka owee-lah jang aken pikoel itoe risico, dimana toch owee ada lebih mampoe dari sobat owee.”
Puas dengan jawaban Tiong Ham, ayahnya pun bersedia membayar semua kerugian para pedagang.(*)

Mengenal Oei Tiong Ham (3) Asetnya Tersebar Di Seantero Dunia

foto: Di salah satu bangunan di jalan ini (sekarang Jalan Kepodang, Kota Lama) tempat kantor Oei Tiong Ham
Istana Oei Tiong Ham bukan hanya di Semarang. Dia juga membangun istana lain di Singapura dan di Beijing untuk anak kesayangannya Oei Hui Lan dari istri pertama Geoi Bing Nio. Belum lagi rumah rumah mewah yang dia miliki di London, Paris dan Amerika.
Rumah Di London merupakan hadiah perkawinan untuk putri sulungnya Tjong Lan (kakak Oei Hui Lan). Seluas 2 hektar dengan harga 200.000 Poundsterling pada tahun 1913.
Istana di Beijing ini bukan gedung sembarangan. Bangunan mewah itu didirikan oleh Raja China dari Abad 17 untuk seorang gundiknya. Di istana itulah kemudian presiden China pertama Dr. Sun Yat Sen meninggal tahun 1925. Tempat itu dibeli Tiong Ham pada sekitar tahun 1920 dengan harga 100.000 US Dolar plus 150.000 US Dolar lagi untuk dekorasi rumah itu. Istana itu memiliki 200 ruangan, 80 kamar, dan kolam renang mewah model Eropa.
Tiong Ham masih menghadiahi putri emasnya itu dengan rumah mewah di Singapura. Tak kalah mentereng, rumah ini memiliki 40 kamar tidur dan kolam renang mewah model Eropa.
Yah, kekayaan 200 juta gulden pada masa itu memang luar biasa banyaknya. Tiong Ham telah menjadi orang terkaya di Asia Tenggara bahkan Asia. Cabang bisnisnya menyebar hingga Bangkok, Singapura, Hong Kong, Shanghai, London dan New York. Ia menguasai sejumlah pabrik gula di Jawa, sebuah bank, broker di London dan armada kapal yang terdaftar di Singapura.(*)

Mengenal Oei Tiong Ham (2), Indahnya Istana Balekambang


Keberhasilan Tiong Ham disebabkan oleh kepandaiannya menjalin hubungan baik dengan para penguasa kolonial Belanda. Ketokohannya membuat pemerintah Belanda mempercayakan gelar Mayoor der Chinezen kepadanya. Ia pun diijinkan menempati rumah di luar areal pecinan seperti yang ditentukan dan memotong kuncir rambut (taochang).
Dua istananya sangat megah dan terkenal. Istana utama di Gergaji terkenal sangat luas, sedangkan istana yang berada di Simongan dikenal dengan keindahan pemandangannya. Istana di gergaji mempunyai luas areal sekitar 200 acre atau sekitar 81 hektar. Membentang dari Simpanglima, Jalan Pandanaran, Randusari, Mugas, Jalan Pahlawan termasuk kompleks Gubernuran dan Polda Jateng, wilayah Gergaji hingga Jalan Kyai Saleh.
Gedung intinya seluas 9,2 hektar, memiliki 200 ruangan, dapur, vila pribadi, 2 paviliun besar dan kebun binatang pribadi. Ia memiliki 40 pembantu dan 50 tukang kebun. Uniknya dia membangun tempat beribadah khusus untuk para pembantunya.
Istana ini merupakan landmark bagi masyarakat Semarang pada sekitar permulaan abad ke 20 hingga paruh abad ke 20. Masyarakat setempat menyebutnya Istana Oei Tiong Ham atau Istana Gergaji. Masyarakat juga menyebutnya sebagai Kebon
Rojo karena Tiong Ham banyak memelihara hewan hingga mirip kebun binatang. Disebut juga Taman Bale Kambang karena di kompleks istana ada kolam-kolam ikan yang diatasnya dibangun bale atau gazebo untuk beristirahat. Nama Bale Kambang kini masih dipakai sebagai nama perkampungan di bekas lokasi tersebut.
Keindahan kompleks rumah Oei Tiong Ham menarik perhatian masyarakat. Banyak penumpang kapal yang berlabuh di Semarang menyempatkan diri untuk berkunjung. Tiong Ham juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati taman indah di rumahnya itu pada akhir pekan dan hari besar.
Menurut catatan, rumah tersebut bukanlah rumah yang di bangun oleh Oei Tiong Ham tetapi pemilik semula adalah tuan Hoo Yam Loo, seorang pedagang Tionghoa kaya raya yang mendapat hak monopoli dalam perdagangan candu (opium pachter) dari pemerintah kolonial Belanda. Tetapi dalam perjalanan waktu, pedagang tersebut mengalami kerugian besar sehingga dinyatakan bangkrut. Semua harta benda disita untuk kemudian dilelang termasuk gedung besar tersebut.
Dalam pelelangan sekitar tahun 1883 rumah tersebut jatuh ke tangan Oei Tjie Sien, ayah Tiong Ham. Sayang tak ada catatan tahun berapa bangunan gedung tersebut dibangun tetapi diperkirakan sekitar seperempat abad ke 19. Pada sekitar tahun 1888 Oei Tiong Ham yang pada waktu itu berusia sekitar 22 tahun pindah menempati rumah yang terletak di jalan Gergaji (kini jalan Kyai Saleh) tersebut.
Pada saat Tiong Ham memutuskan pindah, masyarakat Tionghoa merasa sangat heran dan kagum atas keberaniaanya untuk melawan hukum yang berlaku pada waktu itu. Maklum, saat itu masih berlaku peraturan Wijkenstelsel dimana orang-orang Tionghoa tidak diperbolehkan bertempat tinggal di luar daerah yang telah ditentukan oleh pemerintah kolonial Belanda, semisal daerah pecinan. Sedang rumah tersebut terletak di daerah pemukiman orang-orang Belanda.(*)

Mengenal Oei Tiong Ham (1), Raja Gula Asia Tenggara dari Semarang

Namanya Oei Tiong Ham, atau dalam bahasa Tionghoa dikenal sebagai Huáng Zhònghán. Jangan mengaku orang Semarang asli jika tidak mengenalnya. Dia adalah pendiri perusahaan multinasional pertama di Asia Tenggara dan orang terkaya pada zamannya di kawasan itu dengan kekayaan lebih dari 200 juta gulden.
Pria yang dijuluki Raja Gula Asia Tenggara ini dilahirkan di Semarang pada 13 Tjap-Gwee Tahun Phia-in zaman kaisar Tong Tie memerintah tahun ke lima, pukul 2 siang Bie Sie atau 19 November 1866, sama dengan tahun lahirnya pemimpin China, Dr Sun Yat Sen. Ia putra kedua dari delapan orang anak di dalam keluarganya. Tapi di literatur lain disebutkan Tiong Ham merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya Oei Tiong Tjan meninggal usia muda, dan adiknya Oei Tiong Bing atau dikenal dengan Majoor Djoe Gwan.
Ayahnya, Oei Tjie-sien (Huáng Zhìxìn) adalah peletak dasar bagi imperium keluarga Oei. Tjie Sien berasal dari daerah Tong An di Fujian, China. Pada 1863 Tjie Sien mendirikan Kongsi dagang Kian-gwan (Jianyuan Gongsi) yang bergerak dalam jual-beli karet, kapuk, gambir, tapioka dan kopi.
Tiong Ham mewarisi kerajaan bisnis Tjie Sien pada 1890 dengan kekayaan senilai 17,5 juta gulden. Di tangannya bisnis didiversifikasi hingga ke jasa pengiriman, kayu, property, sampai opium. Pada 1890-1904, laba Tiong Ham yang mengibarkan bendera Oei Tiong Ham Concern (OTHC) mencapai 18 juta gulden.
Pada peralihan abad memasuki abad ke-20, Tiong Ham telah menjadi orang terkaya di Asia Tenggara dengan kekayaan 200 juta gulden. Cabang bisnisnya menyebar hingga Bangkok, Singapura, Hong Kong, Shanghai, London dan New York. OTHC juga mempunyai properti dan sejumlah pabrik di Jawa, sebuah bank, broker di London dan armada kapal yang terdaftar di Singapura.
Tak seperti kebanyakan pengusaha Tionghoa saat itu, Tiong Ham yang dekat dengan penguasa kolonial mempraktikkan kontrak bisnis dalam menjalankan usahanya. Ini membuatnya tidak populer di karangan pebisnis Tionghoa. Namun, memberinya kekuatan hukum ketika orang yang berutang padanya tak melunasi kewajibannya.
Banyak yang berutang padanya adalah pemilik pabrik gula di Jawa Timur. Dan ketika mereka tak bisa melunasi kewajibannya sebagai efek krisis gula yang terjadi di tahun 1880, Tiong Ham menggunakan haknya sebagai kreditor. Dia mengakuisisi banyak pabrik gula, di antaranya pabrik gula Tanggulangin, yang menjadikannya terkenal dengan sebutan Raja Gula.
Tiong ham tak hanya berhasil sebagai pebisnis. Tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Ia diangkat menjadi pemimpin Tionghoa di Semarang berpangkat Mayor dan sering membantu dalam kegiatan sosial. Tahun 1904, Tiong Ham menjadi orang Tionghoa pertama di Semarang yang memotong thaocang atau kuncir rambut dan berpakaian jas model barat.
Tapi ia tidak sembarangan melakukannya. Untuk itu ia mendapatkan ijin dari Gubernemen Jenderal Hindia Belanda melalui advokatnya Baron van Heeckereen. Tingkahnya itu sempat menjadi buah bibir bahkan dimuat pada surat kabar Bintang Hindia yang terbit di Belanda, juga di koran Bintang Betawi, Pembrita Betawi, Warna Warta dan Pewarta Soerabaia.(*)

PERNIKAHAN ANAK BOS BATU BARA DI SAN XII,CINA

ShanXi Sebenarnya Hanyalah Daerah Tradisional di Cina yang Sangat Miskin Sampai Akhirnya Ditemukan Deposit Batu Bara yang Besar di Daerah Ini.
Berikut Ini Photo-Photo Pernikahan Anak Dari Salah Satu Bos Batu Bara di Shan Xi
Mobil Pengawal Di Depan:
Mobil Penganten:
Rumah Penganten Pria:
Mas kimpoi:

Mas kimpoinya Batangan Emas, Cek, Satu Set Alat Makan Dari Emas
Mas kimpoi Lagi:
www.haxims.blogspot.com
Mempelai Prianya Gan:
Rumah Penganten Wanita
Penganten Wanita
Penganten Wanita

Penganten Wanita Dan Temannya:
Hiasan Di Jari:

Dah Gak Jaman Cincin kimpoi Nih Gan
Masukin Amplop Dulu:

Sebelum Pintu Dibuka Masukin Dulu Amplopnya
Rebutan Amplop:
Photo Keluarga Dulu:
Wedding Hall:
Iring-Iringan Penganten:
Iringan:
Iringan:
Iringan:
6 Jeeps Buat Team Kamera Video
4 Ferrari Buat Buka Jalan
4 Rolls Royce Buat Keluarga Dan Pengantin
6 Mercedes
6 Bentleys
20 Audi A8s
Hummer at the back
Cayennes

CEWEK PAS PASAN CARI COWOK KEREN

Di China seseorang bisa menjadi terkenal dalam satu malam dikarenakan cepatnya pemberitaan di Internet. Salah satu "superstar" yang sedang banyak dibicarakan di China adalah "Sister Feng"


ORANGYA

Nama aslinya adalah Luo Yuefeng, tingginya 1,46 meter, dengan wajah yang "rata-rata" dan pendidikan yang "rata-rata" juga. Akan tetapi dia mulai terkenal di China pada November 2009 karena dia membagikan selebaran di jalanan kota Shanghai untuk mencari laki-laki yang mau menikahinya dengan persyaratan yang luar biasa tinggi, rangkuman persyaratannya :
1. Harus lulusan Universitas Beijing atau Qinghua (Tsinghua) dan minimal lulus dengan gelar Master di bidang Ekonomi.
2. Harus memiliki wawasan dan perspektif Internasional.
3. Tinggi 176 cm - 183 cm, ganteng lebih diutamakan.
4. Tinggal di kota di pesisir Timur
5. Belum pernah menikah
6. Tidak punya mantan pacar yang pernah aborsi
7. Usia antara 25-28 tahun.
inilah selebarannya ....

Segera setelah beredarnya selebaran itu, reporter TV mewawancarainya dan video wawancara itu dengan cepat beredar luas di Internet.
Tidak lama setelah itu, Sister Feng kembali muncul di TV dengan pacar barunya yang tampan, seorang siswa sekolah media Zhejiang. Tidak lama setelah itu mantan pacar Sister Feng muncul ke media dan menyatakan bahwa Sister Feng telah mendepaknya gara-gara pacar barunya itu. Stasiun TV Jiangsu bahkan menyediakan waktu 40 menit untuk membahas cinta segitiga ini.
inilah foto bareng pacar barunya ...







Cerita Sister Feng belum berhenti disini. Sister Feng berencana melakukan operasi plastik! Para pengguna internet di China jelas saja terganggu dengan berita ini, dan keisengan mereka pun tidak tertahankan lagi.. dibawah ini prediksi muka dari Sister Feng setelah operasi plastik yang dibuat oleh para pengguna Internet di China.
ini foto aslinya ...

dan ini foto2 prediksi para pengguna Internet di China akan hasil operasi Sister Feng ....









Dan inilah foto Sister Feng setelah operasi plastik (gak ada bedanya -.-")...