Whitney Houston - One Moment in Time .mp3
Found at bee mp3 search engine

Selasa, 24 Juli 2012

Jenis Pertemanan Dilihat dari Panggilannya


Hubungan manusia itu macem-macem ya. Dulu kan kita udah pernah bahas macem-macem hubungan mantan, atau macem-macem hubungan yang statusnya ambigu. Hubungan yang aneh-aneh sebenernya gak cuma ada di dunia percintaan. Dalam dunia pertemanan dan persahabatan juga ada jenis-jenisnya. Dan menurut penelitian MBDC, jenis-jenis pertemanan itu bisa dibedakan dari panggilan yang digunakan. Ini nih, hasil penelitian MBDC.

Bung

Bung ini adalah panggilan akrab sesama teman atau kolega yang kerjanya jadi komentator olahraga. Mereka biasanya saling berbincang dengan bahasa Indonesia yang cukup baku, suka bikin lelucon garing, dan (sok-sok) bikin analisis tentang pertandingan, tapi sebenernya gak penting juga. Panggilan Bung ini juga pernah populer di jaman kemerdekaan, yang dipakai oleh para pejuang.

Bos

Bukan. Ini bukan panggilan untuk atasan kamu. Dan emangnya kamu temenan sama bos kamu? Bos ini biasanya dipake sama orang-orang yang belom temenan-temenan amat, terus lupa nama temen barunya ini siapa. Nah kan gak enak kalo nanya lagi siapa namanya, jadi biar asik panggil bos aja, biar kesannya gaul tapi hormat. Bos ini juga bisa kamu gunakan untuk memanggil tukang parkir atau tukang jualan, biar kesannya akrab dan kamu dibaikin. Tapi hal ini juga berlaku sebaliknya sih. Tukang parkir atau tukang jualan bisa manggil kamu bos juga, dengan harapan kamu ngasih uang lebih atau gak banyak nawar kalau mau beli barang. 

Nyet/Jing/Panggilan Kasar Lainnya 

Panggilan-panggilan yang harusnya bukan diperuntukkan sesama manusia ini biasanya dipake sama anak-anak yang baru puber dan lagi sok-sok jagoan gitu. Biar kejantanannya diakui oleh masyarakat, selain nyoba-nyoba ngerokok, mulai bandel, mereka juga musti dihormatin dong sama temen-temen. Biar asik, manggil temennya kasar gini biar kesannya gahar. Padahal disunat juga baru kemaren.

Sob/Coy/Cuy/Bok

Kalo yang ini, biasanya dipake sesama temen akrab, tapi buat lucu-lucuan aja. Enggak ada maksud terselubung dari panggilan tersebut, tapi biar pembiacaraan makin seru aja. Biasanya panggilan jenis ini bisa dipanjang-panjangin pengucapannya untuk menekankan sebuah argumen atau keseruan gosip yang lagi dibicarakan.

Ciyn

Ciyn ini sebenernya cocoknya untuk sesama pekerja salon. Tapi akhir-akhir ini mulai digunakan oleh orang-orang annoying bin nyebelin yang banyak gaya biar kesannya imut. Orang-orang yang make panggilan ciyn biasanya rese dan gak punya temen. Kalo kamu punya temen yang suka manggil-manggil pake ciyn, tinggalin aja. Kamu bisa cari temen yang lebih baik.

Nama Panggilan Khusus

Nama – nama panggilan "unik" seperti capunx, Q-bor, Abloy, Enjoy atau kata-kata absurd lainnya, biasanya muncul diantara teman-teman yang udah lama bersahabat atau di sebuah geng. Nama-nama absurd gini biasanya muncul karena atribut fisik, atau si temen kamu itu pernah sekali dikatain sama orang pake panggilan asal, tapi akhirnya nempel dan dipake terus. Ato bisa juga sih panggilan khusus ini karena kamu adalah agen rahasia, jadi identitas asli gak boleh disebut sembarangan.

Bro

Bro, atau kependekan dari Brother yang artinya "Saudara" adalah tingkat panggilan paling tinggi dan sakral antara sahabat-sahabat yang kalo pipis berdiri. Panggilan Bro ini sebenernya gak boleh dipake sembarangan dan hanya orang-orang tertentu dan yang pantas saja yang boleh dipanggil Bro. Tapi sayangnya, panggilan bro ini sekarang udah gak sakral seperti dulu, karena sering dipake seenaknya sama artis ibu kota atau penyiar radio, jadilah kesuciannya ternodai.
Sekian hasil penelitan dari MBDC. Kesimpulannya adalah, berbeda jenis dan level pertemanannya, berbeda pula panggilannya. Sedangkan sarannya adalah, stay in school and say no to drugs!

KTP Pada Zaman Penjajahan Belanda


Kartu Tanda Penduduk pada Jaman Belanda (Nederlandsch Indie).
Verklaring van Ingezetenschap, voor personen in Nederlandsch Indie geboren,
atau terjemahannya, Kartu Tanda Penduduk untuk orang yang lahir di Hindia Belanda.


Tampak Luar


Tampak Dalam

Cap

Diterbitkan di Batavia (sekarang Jakarta), pada 14 April 1921.
Dokumen ini dicetak diatas kertas zegel jenis emboss,
dengan nilai 1 1/2 Gulden (Een Gulden en Vijftig cent).
Ukuran: 15 cm X 10 cm.
Sebuah dokumen sipil kuno dari jaman Belanda yang cukup langka.

Membaca Kepribadian Lewat Tulisan (Grafologi)





Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut.. Teknik ini di namakan Grafologi.

Dan tentu nya butuh pembelajaran untuk mengerti.

Bagaimanakah cara membaca nya? Mungkin sebagian dari teman teman ingin tahu kepribadian orang dari gaya menulisnya..

Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622. Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.

Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu.

Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:

1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya

2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar

3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama

4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak

Spoiler: 


5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik

6. Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin

Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan

7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri

Spoiler: 


8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya

9. Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.

10. Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.

Sabtu, 21 Juli 2012

Dunia Keris


Dimasa lalu, setiap pria Jawa terutama bangsawan dan priyayi, pada saat menjalankan tugasnya sehari-hari, selalu mengenakan busana tradisional lengkap dengan sebilah keris dipinggangnya. Setiap priyayi paling tidak memiliki dua buah, satu untuk dipakai harian, sedangkan yang lain untuk upacara resmi dan upacara di karaton. Tentu saja, keris yang kedua mempunyai kualitas dan penampilan yang lebih bagus.
Dizaman kuno, keris dipergunakan sebagai senjata untuk berperang ataupun untuk bertarung satu lawan satu. Pada saat ini, fungsi keris adalah untuk pelengkap busana tradisional. Namun demikian, keris tetap dihargai, diperlakukan dengan baik. Orang tradisional menghargai keris sebagai pusaka yang berharga dan barang seni yang bernilai tinggi. Keris dinilai berkualitas tinggi, kalau mempunyai penampilan fisik yang anggun dan punya daya spiritual yang bagus.


Orang Yang Sempurna 

Menurut penilaian tradisional Jawa, seseorang telah dianggap sempurna kalau dia telah mempunyai lima hal, yaitu: Wismo, Wanito, Kukilo, Turonggo dan Curigo/Keris. Penjelasan singkatnya sebagai berikut :
Wismo artinya rumah. Orang yang telah mempunyai rumah tentunya penghasilannya cukup dan hidupnya mapan.


  • Wanito. Orang yang telah kawin dan punya istri ( demikian pula tentunya seorang wanita yang telah menikah), artinya telah memilih jalan hidup yang benar dan bertanggung jawab.
  • Kukilo artinya burung. Penjelasan filosofisnya adalah : nyanyian burung itu merdu bagai music atau alunan gamelan. Mendengar suara lembut, orang merasa tenang, enak, bahagia. Alangkah indahnya, bila seorang ayah,kepala keluarga berbicara dengan suara lembut ,itu tentu sangat menenangkan dan menyenangkan seluruh keluarga.
  • Turonggo artinya kuda. Kuda adalah alat trransportasi yang praktis dimasa lalu. Dia bisa dipakai menarik andong ataupun bisa ditunganggi untuk bepergian. Dalam hal ini, orang hendaknya memiliki kendaraan kehidupan ( mempunyai jalan hidup) yang bisa dengan baik dikendalikan supaya hidupnya mapan.
  • Curigo atau Keris. Kris itu tajam ujungnya. Ini melambangkan ketajaman pikir. Adalah sangat penting orang punya pikiran yang tajam dengan wawasan yang luas. Itu adalah urutan dimasa dulu. Kini, ada yang menyatakan bahwa urutan pertamanya adalah keris dengan alasan : otak yang cemerlang, intelligentsia adalah paling penting.

Warongko dan Wilah
Secara umum, sebuah keris mempunyai dua bagian penting, yaitu warongko/sarung dan wilah atau bilah keris.
Warongko adalah pakaian untuk melindungi bilah. Sejak dulu ada dua macam bentuk warongko, yaitu Branggah atau Ladrang dan Gayaman.

Branggah dikenakan pada waktu upacara resmi dan kebesaran, sedangkan Gayaman untuk dipakai harian.
Selain itu ada dua macam gaya warongko yaitu Gaya Ngayogyokarto dan Surokarto.

Sebuah keris dari kualitas tinggi, punya penampilan yang bagus. Bagian luar keris terdiri dari (dari atas kebawah): Ukiran/pegangan; Mendhak/cincin; Warongko/sarung dari kayu yang langsung membungkus bilah keris dan Pendhok/ sarung atau pembungkus warongko yang terbuat dari bahan metal yang diukir. Supaya “pakaian luar” dari bilah keris bagus dan menarik, diperlukan bantuan seniman yang mumpuni dan ahli dalam bidangnya.

Sebuah keris yang bagus, klasik, hanya bisa dibuat oleh seorang Empu Keris, yang memang ahli dan berpengalaman dalam bidang pembuatan keris.

Keris yang bagus juga memerlukan materi yang bagus ,berupa : besi, nikel dan baja yang bermutu. Kadang-kadang batu meteor yang mengandung titanium juga dipergunakan untuk menciptakan pamor yang indah yang muncul dibilah keris.

Seni Tempa 

Bilah keris dibuat  dengan cara ditempa ditungku milik empu, dengan suara yang bertalu-talu memukuli campuran besi, nikel dan baja dengan percikan-percikan api merah menyala tersebar diruangan tempa.
Di Besalen, tempat penempaan keris, diruang perapian telah disiapkan bahan-bahan baku untuk keris berupa 5 kg lempengan besi yang berukuran kira-kira lebar 4 cm, tebal 2 cm, panjang 15 cm; 50 gram nikel dan 0,5 kg baja. Tiga komponen itu dicampur dengan jalan ditempa dan dibakar. Besi dipanaskan, ditempa berulang-ulang. Nikel diselipkan antara lempengan besi, dipanaskan membara sampai ukuran panjang tertentu, lalu dilipat dua dan ditempa. Proses ini dilaksanakan berulang-ulang sampai mencapai lipatan yang dikehendaki, tergantung kepada bentuk tampilan dari keris yang dikehendaki. Penempaan haruslah dilakukan dengan sangat hati-hati dan jeli supaya muncul pamor bagus yang diinginkan dibilah keris.

Sesudah itu, lempengan baja dengan besi dan nikel yang telah ditempa, dipanaskan lagi sampai membara dan ditempa lagi untuk menguatkan bilah keris. Bilah keris dibentuk sesuai kehendak, bisa dibuat Keris Lurus atau Keris Luk, dengan bengkokan. Jadi pembuatan keris sesuai dengan blueprintnya dengan menggunakan pelbagai alat pertukangan. Supaya bisa memunculkan pamor yang indah, selain nikel diperlukan batu meteor sebagai tambahan. Pencampuran metal berlapis-lapis dan penempaan adalah teknik yang diterapkan untuk menghasilkan bilah keris yang kecil, kuat, tipis.

Pada tahap finishing, bilah keris di-sepuhi, yaitu dipanaskan tetapi tidak sampai membara kemudian disepuh supaya kuat, awet dan bagus . Keris dicelupkan kedalam ember yang berisi air kelapa atau cairan campuran dari sulfur, jus jeruk dan garam. Keris sudah siap dan beratnya kira-kira 0,4 kg saja!
Pada saat ini untuk membuat sebuah keris yang bagus dan berkualitas klasik, diperlukan : 100 kg arang jati,  dan dikerjakan selama 40 hari atau bahkan lebih untuk jenis keris yang lebih rumit. Sang Empu biasanya dibantu oleh dua orang pembantu untuk penempaan.

Peran Empu Keris

Dizaman kuno , masyarakat tradisional sangat menghormati empu keris. Setiap kerajaan tentu punya empu-empu keris andalannya. Para empu membuat keris atas pesanan dari raja, pangeran dan petinggi istana. Tentu saja ada empu yang menerima pesanan dari priyayi kecil, prajurit, guru, seniman, petani, pedagang dan berbagai orang yang bekerja dibermacam bidang.

Pada masa lalu, setiap orang hanya menyimpan keris yang khusus dibuat untuknya oleh seorang empu keris. Itu prinsip utamanya.

Kedua, pejabat istana mengenakan keris jabatan yang dipinjamkan oleh raja . Pejabat-pejabat yang mendapatkan pinjaman “Keris Jabatan” biasanya adalah Patih, Menteri, Hulubalang, Adipati, Bupati dlsb. Mereka boleh menyimpan keris –keris tersebut selama masih menjabat.

Ketiga, seseorang yang menerima hadiah keris dari raja atau atasannya.

Keempat, anak yang menerima keris dari ayahnya. Dulu ada kebiasaan, seorang ayah memberikan keris kepada putra-putranya telah dewasa. Juga menantu laki-laki yang menerima keris dari mertuanya. Dia boleh menyimpan keris tersebut selama dia masih menjadi menantu, tetapi kalau dia cerai dengan istrinya, kerisnya harus dikembalikan.

Secara prinsip, untuk masyarakat tradisional, keris merupakan milik pribadi, karena keris dibuat untuk pemiliknya dengan bantuan seorang Empu Keris dan keris tersebut  mengandung harapan pemilik supaya  mempunyai  kehidupan yang berhasil lahir batin.

Kehendak pribadi yang merasuk kedalam keris tersebut akan berlaku selamanya dan itu merupakan enerji yang kuat untuk selalu menjaga dan membantu pemiliknya demi mencapai cita-citanya.

Oleh karena itu, dimasa kuno tidak ada perdagangan keris, karena setiap keris hanya melayani tuannya,pemiliknya. Dalam perkembangan ada jual beli keris. Ketika membeli keris, selain bentuk dan pamor yang diperhatikan, yang paling penting untuk dideteksi adalah enerji spiritual atau tuah keris yang merupakan tugas utama yang asli dari keris itu. Anda harus memilih keris yang “kehendak spiritualnya” sesuai dengan kehendak anda. Supaya anda dan keris tersebut mempunyai hubungan yang harmonis. Anda menyenangi keris tersebut, memperlakukannya dengan patut, sehingga keris juga merasa aman dan tenang ditangan anda dan , mestinya si keris akan melayani tuan barunya dengan sepenuh hati.
Keris atau “isi” keris bisa diajak berdialog, disebut “nayuh” dalam bahasa Jawa.Seandainya, anda belum bisa menayuh keris, jangan ragu untuk meminta bantuan seorang ahli menayuh keris.

Ada istilah halus yang dipakai dalam perdagangan keris, bila anda mau membeli keris, anda tidak menanya: “Berapa harga keris ini?” Tetapi anda harus mengatakan : “Berapa” Mas Kawin” keris ini?”, seolah anda melamar untuk memiliki keris itu.

Setiap kali seorang empu membuat keris, sesuai dengan tata cara baku, dia harus terlebih dahulu mempersiapkan diri secara batin. Dia harus membersihkan jiwa raganya, lahir batin dengan cara berpuasa, mengurangi tidur dan tidur sebentar sesudah tengah malam, berhari-hari melakukan meditasi. Dia dengan khusuk memohon kepada Gusti, Tuhan untuk membuat keris yang bagus dan cocok untuk pemesannya.

Sang Empu juga memohon supaya selama proses pembuatan segalanya berjalan lancar, aman; dia, para pembantunya dan si pemesan supaya selamat dan supaya dia diberi berkah untuk berhasil membuat keris sesuai dengan permintaan pelanggannya. Dia juga akan memohon restu dari gurunya atau almarhum gurunya dalam meditasinya.

Sesudah yakin bahwa dia telah mendapatkan berkah Ilahi, dia juga akan meminta supaya si pemesan juga melakukan tirakatan dengan membersihkan jiwa raganya lahir batin dan berdoa kepada Gusti, Tuhan supaya diperkenankan untuk mempunyai keris baru yang bagus dan cocok. Bila perlu dia juga harus berpuasa untuk beberapa hari. Yang paling penting, selama proses pembuatan keris, dia harus mempunyai pikiran dan hati yang bersih. Empu akan mencatat nama lengkapnya, pekerjaannya, hari, tanggal, bulan dan tahun kelahirannya, bentuk /dapur keris dan pamor keris yang diminta dan tentu saja harapan akan mission kerisnya.

Data tersebut akan dipergunakan oleh Empu untuk mulai pembuatan keris, supaya bisa dibuat keris yang berkualitas. Seperti dalam adat, sesaji tradisional diadakan dan ditaruh dalam besalen dengan tujuan positif untuk mendapatkan berkah dan perlindungan Gusti, Tuhan selama berlangsungnya proses pembuatan keris.

Keris apa yang akan dibuat dan apa misi dari keris tersebut, itu tentu disesuaikan dari pekerjaan si pemesan. Semua orang tentu mempunyai kemauan yang baik, tetapi setiap profesi tentu mempunyai ke-khasan masing-masing.Misalnya ada berbagai profesi  seperti : raja, pejabat tinggi Negara, birokrat, prajurit, saudagar, petani, executive, diplomat, guru, satpam, dll. Sehingga, kiranya mudah dimengerti bahwa sebuah keris yang bagus untuk seorang pedagang, belum tentu cocok dipakai oleh pegawai negeri sipil.

Selain enerji spiritual asli yang diciptakan selama proses pembuatan keris, ada pula keris yang “diisi” oleh mahluk halus yang disebut qodam untuk membantu melindungi atau menolong pemilik keris.

Sifat Fisik Keris
Keris Lurus dan Keris Luk
Ada Keris Lurus dan Keris Luk. Ada berbagai macam Keris Luk seperti Keris Luk 3, artinya keris dengan belok 3, ada Keris Luk 5, Keris Luk 7, Keris Luk 9 dll.
Keris Lurus dan Keris Luk mempunyai arti simbolis.Keris Lurus melambangkan kepercayaan diri dan mental yang kuat.
Keris Luk 3 melambangkan keberhasilan cita-cita.
Keris Luk 5 melambangkan : dicintai oleh banyak orang.
Keris Luk 7 melambangkan kewibawaan.
Keris Luk 9 melambangkan kewibawaan, kharisme dan kepempiminan.
Keris Luk 11 melambangkan kemampuan untuk mencapai pangkat tinggi.
Keris Luk 13 melambangkan : kehidupan stabil dan tenang.

Dapur Keris

Dapur atau bentuk khusus keris ditunjukkan oleh kombinasi dari bagian-bagian keris dan luk dari keris. Dapur-dapur keris diciptakan oleh raja-raja Jawa.
Di masa kuno, sudah ada 19 macam dapur keris seperti Sempana, Tilam Upih, Jalak Dhindhing, Kebo Lajer dll,  ciptaan para raja kuno dengan empu-empu terkenal, seperti :

Sri Maharaja Dewa Buddha dari Kerajaan Medhangkamulan di Gunung Gede, Jawa Barat ditahun Saka 142. Empu Ramayadi.
Sang Raja Balya dari Kerajaan Medhangsiwanda, Madiun, Jawa Timur ditahun Saka 238. Empu Sakadi.
Raja Berawa dari Kerajaan Medhangsiwanda, di sebelah utara Gunung Lawu, Grobogan, Jawa Tengah. Empu Sukasadi.
Raja Buddhawana dari Kerajaan Medhangsiwanda di tahun Saka 216. Empu Bramakedhali.
Prabu Buddha Kresna dari Kerajaan Medhangkamulan di tahun Saka 246. Empu Saptagati.
Prabu Sri Kala dan Watugunung dari Kerajaan Purwocarito di tahun Saka 412. Empu Sunggata dan Janggito.
Raja Basupati di Wiroto, Purwocarito di tahun Saka 422. Empu Dewayasa.
Raja Drestarata di Astinapura, Purwocarito, di tahun Saka 725. Empu Mayang.
Pada tahun Saka 748, terjadi perang Baratayuda versi Jawa. Perang hebat itu menghancurkan segalanya termasuk musnahnya semua senjata keris dan tombak dll. Memakan waktu satu abad untuk kerajaan-kerajaan baru memerintahkan para empu untuk membuat keris dengan dapur yang sudah ada dan bahkan ditambah lahirnya dapur-dapur baru.
Raja Gendrayana dari Mamenang, Jawa Timur. Di tahun Saka 827 mencipta dapur Pandawa, Karna Tinandhing dan Bima Kurda. Empu Yamadi.
Raja Citrasoma dari Pengging, Jawa tengah, di tahun Saka 941 mencipta dapur Rara Sadewa dan Megantara. Empu Gandawisesa.
Raja Banjarsekar dari Pejajaran, Jawa Barat. Ditahun Saka 1186 mencipta dapur Parungsari, Tilamsekar dan Tilamupih. Empu Andaya.
Raja Siyung Wanara dari Pejajaran, Jawa barat. Ditahun 1284 Saka mencipta dapur Jangkung dan Pandawa Cinarita. Empu : Marcukandha, Macan dan Kuwung.
Raja Brawijaya V, ratu terakhir Kerajaan Majapahit, Jawa Timur. Ditahun Saka 1380 mencipta dapur Nagasasra, Sabukinten, Anoman dll. Empu Dhomas.

Dimasa Raja Shah Alam Akbar ( Raden Patah), ratu pertama Demak, Jawa Tengah, beberapa wali dari Walisongo yaitu Sunan Bonang mencipta dapur Sengkelat. Empu Suro, ditahun Saka 1429. Sunan Kalijaga mencipta dapur Kidangsoka dan Balebang. Empu Jakasuro.

Sejak saat itu, tidak ada dapur baru yang diciptakan. Para empu penerus hanya melanjutkan pembuatan keris dengan dapur-dapur sebelumnya yang jumlah seluruhnya ada 120 dapur. Setiap dapur mempunyai arti simbolis yang berbeda.

Dibawah ini beberapa dapur yang terkenal :
Sempana artinya mimpi, maksudnya terimalah pengetahuan atau ajaran itu secara bijak.
Tilam Upih adalah untuk mengingatkan : Sebaiknya anda memperlakukan orang lain seperti anda  memperlakukan istri anda, artinya dengan baik dan penuh perhatian. Demikian juga perlakuan anda terhadap keris anda, seyogyanya seperti perlakuan kepada istri .
Karno Tinanding . Ini mengingatkan supaya setiap saat orang itu terus belajar untuk menambah ilmu dan ketrampilannya. Didunia ini harus siap berlomba untuk menambah kepandaian. Itulah makna kehidupan, tidak ada yang kalah.
Sabuk Inten adalah permata sangat indah. Untuk menjadi orang yang mulia dan dihormati, anda harus punya budi pekerti luhur, tata krama dan tata susila.
Pandawa Cinarita supaya panca indera tenang dan terkendali baik, anda harus sabar, menyukuri  apa yang telah anda dapatkan selama ini.
Jangkung artinya tinggi semampai, maksudnya anda dilindungi dengan baik.

Para Empu Kondang zaman kuno

Pejajaran, Jawa Barat :
Empu Windusarpa; Empu Sanggabumi lalu pindah ke Sumatra dan menciptakan pedang Minangkabau yang kuat dan bagus.

Empu Nimbok Sombro, wanita cantik, buah karyanya yang berupa keris juga indah dan sangat dicari oleh para kolektor.

Majapahit, Jawa Timur :

Empu Supomadrangi, dikenal sebagai Empu Supo atau Empu Jakasuro 1. Raja Brawijaya sangat menyenangi keris-keris buatannya.  Oleh Raja, dia diberi pangkat tinggi dan gelar kebangsawanan dengan nama Pangeran Sendhang Sedayu dan dikawinkan dengan adik raja, selain itu diberi tanah perdikan Sedayu di Jawa Timur.

Empu Supo punya nama yang melegenda dalam bidang perkerisan, orang percaya bahwa dia telah membuat keris dengan tangan telanjang diatas laut. Oleh karena itu dia dijuluki dengan nama Empu Rambang, artinya orang yang bisa membuat keris diatas air.

Empu Supogati, saudara Empu Suro; Empu Jakasuro, anaknya; Empu Wangsa yang mukim di Tembayat; Empu Gedhe yang tinggal di Banyumas, Jawa Tengah.

Semua empu yang bekerja untuk Majapahit disebut Empu Dhomas yang terdiri dari 800 empu dari seluruh penjuru tanah air.

Tuban, Jawa Timur :

Banyak empu Tuban yang adalah pindahan dari Pejajaran, diantaranya lima orang anak Empu Kuwung, yaitu : Empu Rara Sembaga; Empu Bekeljati; Empu Suratman; Empu Paneti; Empu Salaeta. Empu lokal yang terkenal adalah Joko Kajal.


Blambangan, Jawa Timur :

Empu Surowiseso; Empu Kalunglungan; Empu Mlayagati; Empu Cakrabirawa dll.

Madura :

Empu Keleng atau Empu Kasa, ketika di Pejajaran namanya Empu Wanabaya;
Empu Macan, putra dari Empu Pangeran Sedayu, cucunya Brawijaya.

Ketika mukim di Pajang namanya adalah Empu Umyang, lalu pindah ke Madiun dengan nama Empu Tundhung Madiun; Empu Palu, anak Empu Kasa dan Empu Gedhe, anak Empu Palu.

Demak, Jawa Tengah :

Empu Purwosari; Empu Purwotanu; Empu Subur; Empu Jakasupo II.

Pajang, Jawa Tengah :

Empu Cublak; Empu Umyang atau Empu Jakasupo II atau Empu Tundhung Madiun. Sewaktu mukim di Mataram, dia ditunjuk untuk mengepalai 800 orang empu. Untuk pengabdiannya, dia di-anugerahi kedudukan kebangsawanan dengan nama Pangeran Sendhang.

Empu-empu yang lain : Empu Wanagati; Empu Surawangsa; Empu Jakaputut dan Empu Pengasih.

Palembang :

Empu Supo Lembang, keturunan Empu Sedhah.

Mataram, Jogjakarta :

Semasa pemerintahan Sultan Agung, Kerajaan Mataram mempunyai 8oo empu dari seluruh penjuru tanah air. Para empu tersebut diperintahkan untuk membuat senjata termasuk keris dan tombak yang bagus dan kuat untuk dipergunakan para prajuritr menyerang benteng Belanda VOC di Batavia, Jakarta.

Setiap 100 empu dipimpin seorang mantri. Nama ke-delapan mantri tersebut adalah : Empu Tepas dari Semarang; Empu Mayi dari Karang; Empu Legi dari Majapahit; Empu Gedhe dari Pajang; Empu Luwing dari Madura; Empu Guling; Empu Ancer dari Kalianjir dan Empu Salaeta dari Tuban.

Pimpinan ke delapan mantri adalah  Empu Ki Nom atau Pangeran Sendhang. Dia juga disebut Empu Galeng karena dengan tangan kosong mampu membuat keris di-galengan sawah.

Empu-empu Mataram yang lain adalah : Empu Lanang; Empu Suro; Empu Setratoya; Empu Setrakiting; Empu Lujuguna; Empu Setranaya dll.

Kartosuro, Jawa Tengah :

Empu Setranaya III; Empu Sendhangwarih; Empu Taruwangsa;Empu Japan; Empu Braja; Empu Sendhag Koripan dll.


Surakarta, Jawa Tengah :

Empu Brajaguna II; Empu Brajaguna III; Empu Singawijaya. Semasa Raja Paku Buwono X, empunya antara lain: Empu Japan dan Empu Jayasukadgo.

Jogjakarta :

Di Jogja ada banyak empu yang tinggal dibeberapa wilayah Jogja seperti di Kajar, Bener, Imogiri, Ngentha-Entha. Semasa pemerintahan Raja Hamengku Buwono V, salah satu empunya adalah Wangsawijaya yang mendapat pangkat tinggi dengan nama Tumenggung Jayanegara.

Kepala Empu ( Jejeneng dalam bahasa dan istilah Jawa) dimasa Hamengku Buwono V adalah Tumenggung Riyokusumo.

Empu Supowinangun adalah empu semasa Raja Hamengku Buwono VIII yang banyak membuat keris untuk Patih Danurejo VII. Empu lainnya adalah : Empu Lurah Prawiradahana; Empu Bekel Tarunadahana; Empu Jayangpenglaras.

Kepala empu/ Jejeneng empu disaat Hamengku Buwono VIII adalah Empu Wedono Prawirodipuro.

Pakualaman, Jogjakarta :

Empu Ngabehi Kartocurigo 1; Empu Karyocurigo II; Empu Ngabehi Karyodikromo; Empu Mas Saptotaruno dan Empu Joyokaryo.

Tangguh

Tangguh keris adalah perkiraan waktu pembuatan sebuah keris. Ini biasanya diamati dari bentuk keris, pamornya, material yang dipakai. Nama-nama tangguh dihubungkan dengan nama-nama kerajaan kuno seperti :

Tangguh Kahuripan, Jawa Timur dari abad XI.
Tangguh Singasari, Jawa Timur dari abad XII.
Tangguh Pejajaran, Jawa Barat dari abad XIII.
Tangguh Majapahit, jawa Timur dari abad XIV.
Tangguh Blambangan, Jawa Timur dari abad XIV.
Tangguh Sedayu, Jawa Timur, dari abad XIV.
Tangguh Tuban, Jawa Timur, dari abad XIV.
Tangguh Madura, jawa Timur, dari abad XIV.
Tangguh Demak, Jawa Tengah, dari abad XV.
Tangguh Pajang, Jawa Tengah, dari abad XVI.
Tangguh Mataram, Jogjakarta, semasa Panembahan Senopati dan Sultan Agung, dari abad XVI dan XVII.
Tangguh Kartosuro, Mataram, Jawa Tengah, sejak Raja Amangkurat II dari 1680 – 1743.
Tangguh Surakarta, Jawa Tengah, sejak masa Sunan Paku Buwono II, tahun 1743.
Tangguh Jogjakarta, sejak Sultan Hamengku Buwono 1, tahun 1755.

Pamor

Untuk pencinta keris, pamor yang ada dibilah keris adalah bunga dari keris bahkan jiwa dari keris tersebut. Pamor membuat keris bercahaya lebih menarik dan bernilai lebih. Pamor muncul sebagai akibat penempaan canggih dari besi dengan nikel atau batu meteor, ini bukannya ukiran.

Para empu keris mewarisi seni canggih penempaan keris dari para empu sepuh zaman kuno, sejak sekian ratus tahun yang lalu. Dipakai juga batu meteor untuk mempercantik pamor.

Ada beberapa jenis pamor. Bila anda berminat untuk mulai memiliki keris, berhati-hatilah. Pilihlah keris dengan pamor yang membuat hidup anda nyaman, hindari untuk mengkoleksi keris dengan pamor yang jelek perlambangnya.


Beberapa Pamor Favorit :
Pamor Kulbuntet . 
Pamor ini dimaksudkan untuk melindungi pemilik keris dari segala macam serangan, supaya selamat.
Pamor Batulapak. 
Member keselamatan dan keberuntungan. Pemilik disenangi banyak orang.
Pamor Udan Mas. 
Pembawa rejeki dan kekayaan.

Pamor Kancingkulino. 
Menyebabkan pemiliknya bisa mencapai pangkat tinggi dan keberuntungan.

Pamor Purnamandadari. 
Pembawa kemakmuran dan pikiran jernih. Ini cocok untuk executive, diplomat dll.
Pamor Satriyo Pinayungan. 
Pemilik kuat memangku jabatan tinggi, makmur dan disenangi banyak orang.

Pamor Bawaretno atau Pamor Alif
untuk menjadi pemimpin yang cakap, mrantasi gawe 
( mampu menyelesaikan semua persoalan dan berhasil dalam bekerja) dan ber martabat.
Pamor Pancuran Mas, 
supaya terus dapat rejeki.
Pamor Tunggak Semi. 
Pemilik dan keturunannya hidup makmur.

Pamor Likas. 
Simbul kemakmuran untuk pedagang, petani, peternak. Selalu selamat dan punya banyak teman.

Pamor Ngurutan 
untuk menolak serangan halus jahat, racun, dan semua kekuatan hitam. 
Pemilik selamat, punya pekerjaan dan posisi bagus.

Pamor Dewangkoro. 
Ini cocok untuk prajurit, melindungi dari tembakan peluru, senjata tajam dan musuh jahat.

Pamor Mustar. 
Melindungi dari segala macam serangan, melindungi rumah dari kebakaran, 
untuk mendinginkan orang yang sedang marah.

Pamor Rotomo. 
Membantu menemukan kembali barang hilang. 
Bagus untuk pencari ikan, hasil tangkapannya banyak; petani akan panen buah banyak.

Pamor Jeng Isi Donya. 
Ini melambangkan kekayaan dan kemampuan mengelola. 
Pedagang akan banyak untung dan disenangi orang banyak.

Pamor Lintang Kemukus. 
Bagus untuk kelancaran komunikasi, hubungan. 
Akan dengan cepat menerima berita, mengetahui sesuatu secara otomatis, juga dalam bidang spiritual.

Pamor yang sebaiknya dihindari :
Ada beberapa pamor keris, menurut pengalaman mempunyai pengaruh yang kurang baik bagi pemilik keris, antara lain :
Pamor Manerakung. Ini pamor jelek, pemilik bisa cilaka.
Pamor Buto Ijo. Jelek, senjata makan tuan, bikin pemilik susah.
Pamor Lulut. Bikin pemiliknya sakit-sakitan.
Pamor lain yang tidak baik diantaranya : Gedah, Pasiyungan, Sengkolo, Ngangsar, Buntel Mayit, Kudhung Mayit, Nerjang Landep, Pegat Waja, Pedhot, Belah Pucuk dll.

Tata cara mengenakan keris

Keris adalah pelengkap busana pria tradisional pada masa kini dan dipakainya disebelah belakang pinggang. Oleh karena itu, dalam bahasa Jawa juga disebut “wangkingan” artinya tempatnya dibelakang. Tentu saja cara memakainya yang pantas.
Keris dalam bahasa halus/kromo inggil disebut “ Dhuwung” artinya lumayan.

Keris juga diartikan sebagai rahasia yang harus disimpan.Sebagai orang dewasa, orang tua ( tua sikap dan jalan pikirnya, bukan hanya tua umurnya), manusia seharusnya mengerti rahasia kehidupan dengan jalan belajar ilmu sejati atau kebatinan. Ada pepatah Jawa  : “Curigo manjing warongko” artinya : Bersatunya keris dengan warongko/ sarungnya.

Dari sudut pandang spiritual/kebatinan, itu berarti : Manunggalnya Sang Pencipta dan ciptaannya, Manunggaling Kawulo Gusti dalam bahasa Jawa. Dalam bahasa sehari-hari bilah keris harus berada didalam warongko.

Harga sebuah keris

Setelah kita mengetahui betapa sulitnya membuat sebuah keris klasik ciptaan seorang Empu, kita mengerti kenapa harganya  relatif tidak murah. Itu semua disesuaikan dengan pengalaman, penghargaan dari laku tirakatnya dan harga-harga material dan beaya operasional yang dikeluarkan selama 40 hari hanya untuk membuat sebuah keris klasik yang bermutu. Pada saat ini harga sebuah keris klasik ciptaan Empu berkisar antara Rp.10 juta sampai dengan Rp.50 juta, tergantung dari kualitasnya.

Harganya akan jauh lebih mahal kalau bilah keris dilapis dan dipercantik dengan lapisan emas. Terkadang sampai 100 gram emas dipakai.

Ongkos untuk mempercantik penampilan keris juga mahal. Harganya akan lebih mahal lagi kalau warongko/sarung keris  juga dari materi yang mahal.

Itulah harga untuk sebuah karya klasik 
seorang Empu Keris masa kini.

Pada masa kini, hanya ada beberapa empu keris tradisional Seorang empu tradisional, dia hanya mampu membuat 6 atau 7 keris per tahun. Biasanya, mereka itu sudah fully booked. Sehingga bila anda ingin memesan membuat keris kepada empu, harus bersabar menunggu antrian sampai satu atau dua tahun.

Karena permintaan pasar yang cukup tinggi untuk keris, ada sejumlah pembuat keris ( yang tidak masuk kategori Empu), mereka mampu menempa lebih cepat.

Diperlukan kira-kira satu minggu untuk memproduksi sebuah keris. Dibeberapa tempat di Jawa, ada tempat-tempat penempaan dan pembuatan keris dengan produksi masal. Keris-keris itu memenuhi pasar. Kerisnya tidak jelek, sedang kualitasnya. Secara popular, keris semacam ini disebut “keris untuk souvenir”. Dan harganya tentu saja jauh lebih murah dari bikinan Empu.

Empu Keris masa kini 
Diantara empu keris masa kini, yang kondang adalah Empu Sungkowo Harumbrojo, putra dari almarhum Empu Djeno Harumbrojo dari desa Gatak, Moyudan, Sleman, Jogjakarta.Klasnya sebagai empu keris didapat dari pengalaman berkarya mengikuti ayahandanya selama lebih dari 30 tahun. Empu Sungkowo masih tetap melestarikan cara tradisional dalam membuat keris, lengkap dengan sesaji dan laku tirakat.
Empu Harumbrojo adalah masih keturunandari Empu Supodriyo dari kerajaan Majapahit abad XIV. Keris bikinan Harumbrojo sangatlah dicari oleh para penggemar dan kolektor keris dari Indonesia dan juga dari mancanegara seperti dari negeri –negeri Asia, Perancis, Belanda dan Eropah lainnya ,juga dari Amerika Serikat

Pembuat keris yang lain dengan pengalaman lebih dari 25 tahun adalah Djiwo Dihardjo dari desa Banyusumurup, Imogiri, Jogjakarta. Daftar pelanggannya tidak saja pelanggan lokal, tetapi juga para pembesar dalam dan luar negeri.
Empu Karyadiwangsa dari Kajar, Gunung Kidul, Jogja juga termasuk empu tradisional menurut pengamatan Bapak Lumintu, seorang pengamat keris senior dari Jogjakarta.

Untuk diketahui dalam penempaan keris tradisional dengan tata cara kuno, dipercaya  bahwa : kepandaian, kerja keras dan material yang baik, akan tidak bisa dipakai menghasilkan keris yang bagus ,kalau tidak didahului dengan tirakat seperti puasa, meditasi dan doa khusuk kepada Tuhan.

Saat ini, ada banyak penempa keris dan tombak di Solo, Jogja, Surabaya, Tulungagung, Taman Mini Jakarta, Madura, Brunai dll. Mereka adalah pembuat keris, tetapi tidak bisa disebut Empu kalau dalam pembuatannya tidak dibarengi dengan tata cara tradisional seperti sesaji dan laku tirakat.

Pembuat keris dari Surakarta antara lain : KRT. Supowijoyo ( Suparman) dari Kadipiro, H.Fauzan dari Purwosari, Kelompok STSI Kenthingan dari Jebres, Suyanto dari Bibis Kulon dan Harjosuwarno yang berkarya ditempat  pembuatan keris di Surolayan milik Go Tik Swan/ KRT. Harjonegoro di Kratonan.

Jumat, 20 Juli 2012

Mengenal Zi Wei Dou Shu


Zi Wei Dou Shu merupakan salah satu ilmu perbintangan klasik China yang dipandang sebagai ilmu ramalan nomor satu karena terkenal dengan kejituannya dalam meramal nasib perorangan. Ramalannya dilakukan berdasarkan tanggal lahir seseorang yakni tahun, bulan, hari, dan jam. Dengan tanggal lahir sebagai patokan, peramal yang memakai ilmu ini menyusun sebuah diagram perjalanan nasib yang terdiri dari 12 sektor (atau disebut instana menurut arti harfiahnya) yang meliputi sektor jiwa, sektor saudara, sektor suami-istri, sektor anak, sektor kekayaan, sektor penyakit, sektor perjalanan, sektor sahabat, sektor karier, sektor properti, sektor batin, dan sektor orangtua.

Setiap sektor akan diduduki oleh bintang khayalan tertentu. Bintang apa dan akan jatuh di sektor mana, disusun menurut tanggal lahir seseorang. Dari sifat-sifat dan terang-gelapnya bintang-bintang itu, peramal dapat menjelaskan bagaimana berjalannya nasib seseorang dalam seumur hidupnya termasuk segala sektor yang tersebut di atas dan hoki-malangnya pada tahun-tahun tertentu.

Menurut catatan sejarah, Zi Wei Dou Shu yang sudah bersejarah seribu tahun lebih ini berasal dari aliran Taoisme. Mula-mula diciptakan oleh Lu Chunyang, kemudian dikembangkan oleh Cheng Xiyi pada Dinasti Song dan Luo Hongxian pada Dinasti Ming. Dengan menggabungkan ilmu statistik, ilmu hitung, ilmu psikologi, ilmu falak, dan ilmu logika serta dipadukan dengan berbagai pengalaman manusia, ilmu ramalan ini akhirnya menjadi ilmu yang sangat terkenal dengan kejituannya dan disebut sebagai ilmu ajaib nomor satu di seluruh negeri.


12 Sektor Perbintangan

Salah satu keunikan Zi Wei Dou Shu terletak pada rincinya penjelasan akan keadaan seseorang yang dinujumkan. Hal ini tercermin pada pembagian 12 sektor dalam diagram perbintangannya. Berikut ini kami menjelaskan 12 sektor tersebut satu demi satu:

Sektor Jiwa
Dari sektor ini dapat diketahui watak, rupa dan kecenderungan umum perjalanan nasib seseorang, maka sektor ini merupakan sektor inti.

Sektor Saudara
Dari sektor ini dapat diketahui hubungan antara saudara.

Sektor Suami-Istri
Dari sektor ini dapat diketahui keadaan suami atau istri seseorang, hubungan asmara, percintaan, dan ide seseorang tentang hubungan seksual.

Sektor Anak
Dari sektor ini dapat diketahui hubungan dirinya dengan anak-anaknya.

Sektor Keuangan
Dari sektor ini dapat dilihat penggunaan uang seseorang.

Sektor Penyakit
Dari sektor ini dapat dilihat bagian mana pada tubuh seseorang paling lemah dan mungkin mendapat penyakit apa.

Sektor Perjalanan
Dari sektor ini dapat diketahui baik atau tidak perjalanan seseorang di luar.

Sektor Sahabat
Dari sektor ini dapat diketahui keadaan bawahan seseorang dan hubungannya dengan teman-teman.

Sektor Karir
Dari sektor ini dapat diketahui keadaan usaha seseorang atau keadaan pelajaran seseorang semasa bersekolah.

Sektor Properti
Dari sektor ini dapat dilihat lingkungan rumah seseorang dan kapan berganti rumah atau mengadakan renovasi.

Sektor Batin
Dari sektor ini dapat diketahui keadaan batin seseorang dan banyak-sedikitnya sumber kekayaan.

Sektor Orangtua
Dari sektor ini dapat dilihat hubungan seseorang dengan orangtuanya.

Sudah tentu, sektor-sektor tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri, melainkan berhubungan satu sama lain. Ketika peramal meninjau perjalanan nasib seseorang, ia mesti menggabungkan sektor-sektor ini untuk mengadakan analisa secara menyeluruh. Misalnya, kalau sektor batin yang melambangkan banyak-sedikitnya sumber kekayaan lemah, tapi sektor keuangannya baik, ini berarti uang diperolehnya sangat susah.

Selain 12 sektor ini ada suatu sektor bernama Sektor Diri yang tidak berdiri sendiri karena selalu bergabung dengan sektor-sektor tertentu. Dari Sektor Diri dapat diketahui keadaan seseorang sesudah umur 40 tahun lebih, maka peranannya tidak kalah penting dibandingkan dengan Sektor Jiwa bila seseorang sudah menginjak usia 40 tahun.


14 Bintang Utama


Bintang Ziwei
Bintang kaisar, melambangkan kemuliaan. Orang yang dijiwai dengan bintang ini sifatnya jujur dan tulus hati, pada lahirnya keras tapi hatinya lembut, tapi tidak mau menerima pendapat dari pihak lain, hanya minta orang lain menerima pendapatnya. Bintang ini tidak baik kalau berdiri sendiri saja di suatu sektor, lebih baik didampingi atau disoroti oleh bintang-bintang pembantu dan penyokong.

Bintang Tianji
Bintang cerdik dan giat. Kalau bintang in terang dan masuk sektor jiwa seseorang, orangnya sopan santun, pintar dan lincah, pandai berbicara, suka belajar dan senang bergiat di luar.

Bintang Taiyang
Bintang matahari, melambangkan kekuasaan dan kemuliaan. Orang yang sektor jiwanya dimasuki bintang ini mempunyai kemampuan mengorganisasi dan memimpin, selalu ingin maju, wataknya terus-terang, suka berderma dan membantu orang.

Bintang Wuqi
Bintang keuangan dan keperwiraan. Orang yang sektor jiwanya terdapat bintang ini, wataknya keras dan tabah, suka bersaingan, suka mencari uang dan bertindak cepat dan sendirian.

Bintang Tiantong
Bintang hoki. Orang yang dijiwai bintang ini, otaknya tajam, daya-pahamnya kuat dan pandai menyesuaikan diri dengan kondisi. Disamping itu juga pandai mengarang atau suka sastra-seni dan mementingkan kehidupan yang santai dan selera tinggi.

Bintang Lianzhen
Bintang serong. Orang yang sektor jiwanya dimasuki bintang ini berbicara sangat cepat, nampak bersemangat, sifatnya serakah, suka bersaing dan main serong, tapi banyak disukai oleh jenis lawannya, maka bintang ini disebut pula bintang asmara sekunder.

Bintang Tianfu
Bintang perbendaharaan. Orang yang dijiwai dengan bintang ini mempunyai kemampuan memimpin, suka belajar, mukanya tipis, bekerja setapak demi setapak, tidak mau mengambil resiko, fikirannya konservatif.

Bintang Taiyin
Bintang bulan, melambangkan kekayaan dan properti. Orang yang sektor jiwanya terdapat bintang ini wataknya lemah lembut, kalem, pintar, suka berpikir, daya pahamnya tinggi. Di luar kelihatan dingin, tapi dalam hati antusias.

Bintang Tanlang
Bintang keterampilan dan pergaulan. Orang yang dijiwai dengan bintang ini pintar bergaul, banyak akal tapi suka bersenang-senang dan berspekulasi. Karena wataknya menarik, bintang ini disebut bintang asmara nomor satu.

Bintang Jumen
Bintang percekcokan. Orang yang dijiwai dengan bintang ini otaknya dingin, pandai menganalisa. Jumen berarti mulut, pandai berbicara, suka meladeni urusan orang, sering menimbulkan perselisihan.

Bintang Tianxiang
Bintang perdana menteri. Orang yang dijiwai dengan bintang ini bertindak hati-hati, adil dalam menangani setiap urusan dan suka membantu orang lain. Dalam bidang karir, orang yang sektor jiwanya dimasuki bintang ini menjadi "bos di layar belakang", artinya dia menjadi bos, tapi orang lain yang tampil keluar bekerja untuk dia.

Bintang Tianliang
Bintang kemurnian. Bintang ini disebut pula bintang selamat karena orang yang dijiwai dengan bintang ini selalu selamat walau menemui kesusahan atau kecelakaan. Bintang ini dinamakan juga bintang panjang usia. Kalau sektor jiwa seseorang dimasuki bintang ini dalam 10 tahun, berarti orangnya bisa tambah umur.

Bintang Qisha
Bintang jenderal. Orang yang dijiwai dengan bintang ini, berpandangan jauh dan pandai memimpin, wataknya berani dan tegas bersemangat petualangan, suka bertindak sendirian dan lekas naik darah.

Bintang Pojun
Bintang pendobrak. Bintang ini mempunyai semangat pembaharuan, berani merusakkan yang lama dan mendirikan yang baru.

RINGKASAN:
  1. Ziwei: kepala, pemimpin, berharga, kuat.
  2. Tianji: pergerakan, rencana, mesin, teknologi.
  3. Taiyang: tersebar, massa rakyat, kejantanan, video.
  4. Wuqu: bertindak, memutuskan, logam, lurus-keras.
  5. Tiantong: sentimen, anak-anak, kelemahan, penciptaan.
  6. Lianzhen: darah, perasaan, kepribadian, kepekaan.
  7. Tianfu: harta, perbendaharaan, kemantapan, berhati-hati.
  8. Taiyin: tersimpan, kewanitaan, keuangan, malam.
  9. Tanlang: otot, lahiriah, energi, hiburan.
  10. Jumen: mulut, gelap, teliti, percekcokan.
  11. Tianxiang: dobel, kerja sama, terlibat, mengulangi.
  12. Tianliang: tersiksa, prinsip, pengayoman, panjang umur.
  13. Qisha: otoritas, berhenti, mandiri, kesungguh-sungguhan.
  14. Pojun: menghancurkan yang lama, membina yang baru, mempertimbangkan berapa segi, naik-turun.

Bintang-Bintang Sekunder

Berikut ini adalah bintang-bintang sekunder yang memainkan peranan agak penting dalam menganalisa nasib seseorang:

Bintang-bintang bertuah:
Bintang Wenchang---bintang Intelek I.
Bintang Wenqu---bintang intelek II.
Bintang Zuofu---bintang pembantu kiri.
Bintang Youbi---pembantu kanan.
Bintang Tiankui---bintang penyokong I.
Bintang Tianyue---bintang penyokong II.

Bintang-bintang naas:
Bintang Qingyang---bintang menyusahkan.
Bintang Tuolo---bintang mengkhawatirkan.
Bintang Huoxing---bintang kekerasan I.
Bintang Lingxing---bintang kekerasan II.
Bintang Dikong---bintang penawa; bintang pencipta.
Bintang Dijie---bintang pejarah.
Bintang-Bintang lainnya:
Bintang Lucun---bintang rejeki.
Bintang Tianma---bintang wisata.
Bintang Xianchi---bintang genit.
Bintang Hongluan---bintang asmara.
Bintang Tianxing---bintang hakim.

Ada 10 bintang Zi Wei Dou Shu bisa berubah sifatnya menjadi 4 keadaan, yakni Hualu, Huaquan, Huake dan Huaji. Kalau sesuatu bintang menjadi Hualu, berarti sifat bintang itu menguntungkan sektor yang dimasuki, kalau menjadi Huaquan berarti bintang itu mendatangkan kekuatan/ kekuasaan, kalau menjadi Huake berarti bintang itu mendatangkan nama dan kalau menjadi Huaji berarti bintang itu mendatangkan sial atau kecelakaan.

Dalam Zi Wei Dou Shu masih banyak bintang-bintang kecil yang memainkan peranannya masing-masing, tapi kebanyakan digunakan untuk meramalkan perjalanan nasib seseorang dalam jangka pendek. Kalau kita sudah menguasai bintang-bintang utama dan sekunder tersebut di atas, sudah cukup untuk peramalan secara umum.

Meramal Penyakit Lewat Kulit Wajah

Wajah adalah ‘jendela’ jiwa, begitu bunyi sebuah pepatah Cina. Berdasarkan buku ilmu pengobatan Cina kuno, Huang Ti Nei Ching pada abad ke-50 sebelum Masehi, kondisi kulit wajah dapat menjadi indikator kesehatan organ dalam tubuh manusia.

Dr. Kevin Huang, Traditional Chinese Medicine Consultant, Kelancaran peredaran darah yang mempengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, tercermin pada kulit wajah sehingga dapat menggambarkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Untuk bisa mengetahui kesehatan tubuh melalui kulit wajah, diperlukan sebuah indikator atau pembanding. Dan indikator tersebut adalah kulit Anda dalam kondisi normal. Mengapa kulit Anda sendiri? Karena kondisi kulit normal setiap orang itu berbeda-beda.

Kulit normal ini bisa diamati ketika Anda sedang merasa sangat sehat, bugar, penuh semangat. Menurut Huang, saat kondisi kesehatan tubuh berubah (ada gangguan kesehatan), sebenarnya kulit wajah Anda pun ikut mengalami perubahan. Perubahan kulit yang bagaimana dan penyakit apa saja yang bisa diramalkan?

Sesuai dengan keempat elemen yang berpengaruh terhadap kehidupan, melalui warna kulit, Anda dapat melihat masalah kesehatan yang dimiliki. Amatilah bila kulit wajah mengalami perubahan sebagai berikut:

  • Bila kulit tampak lebih merah dari biasanya (elemen api), bisa diartikan terdapat gangguan pada jantung dan sirkulasi darah. Ada kemungkinan pula Anda menderita tekanan darah tinggi.
  • Jika kulit wajah terlihat kuning (elemen tanah), ada kemungkinan Anda mengalami gangguan pada daerah lambung (masalah pencernaan) dan limfa.
  • Bila kulit tampak putih pucat (elemen logam), bisa jadi darah dalam tubuh Anda mengalami kekurangan asupan oksigen.
  • Kalau kulit tampak gelap atau hitam (elemen air), kemungkinan Anda mengalami gangguan pada saluran pembuangan tubuh dan saluran reproduksi.
  • Bila kulit wajah tampak berwarna kuning kehijauan (elemen kayu), dicurigai dalam tubuh Anda terdapat gangguan di organ hati atau pada sistem pembuangan zat-zat toksik (beracun).

Uang-uang RP.1000 lucu